Berani Cerdas Jadi Perhatian Nasional, Gubernur Sulteng Anwar Hafid Jadi Keynote Speaker ETOS ID 2026

Facebook
Twitter
LinkedIn

PALU – Terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Program Beasiswa Berani Cerdas mendapat perhatian dari ekosistem beasiswa nasional. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, diundang menjadi keynote speaker Compass Building Camp (CBC) 2026, agenda nasional ETOS ID yang berada dalam ekosistem Beastudi Indonesia, GREAT Edunesia–Dompet Dhuafa, Minggu, 13 September 2026.

 

Undangan tersebut tidak terlepas dari perhatian terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui Berani Cerdas, salah satu program prioritas pemerintahan Anwar Hafid. Program itu memberikan dukungan biaya pendidikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.

 

Hingga akhir 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat 23.569 penerima manfaat Berani Cerdas, dengan alokasi anggaran lebih dari Rp84 miliar. Pada 2026, cakupan program juga diperluas dengan mempersiapkan dukungan pendidikan untuk jenjang S2 dan S3, khususnya pada bidang-bidang strategis yang dibutuhkan daerah.

 

Situs resmi Berani Cerdas menjelaskan program tersebut sebagai bantuan biaya pendidikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pendidikan. Untuk tahun akademik 2026/2027, skema pendidikan mencakup jenjang D3, D4, S1 serta jalur S2 dan S3 sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Dalam Compass Building Camp 2026, Anwar Hafid berada dalam satu forum nasional bersama para penggerak pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan mengangkat tema “Finding Your Direction” dengan semangat “Menapaki Langkah, Menorehkan Kisah” dan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.

 

Compass Building Camp merupakan program orientasi dan pembinaan ETOS ID bagi penerima manfaat baru. Program tersebut dirancang untuk membantu Etoser membangun visi, menentukan arah masa depan, sekaligus mendapatkan edukasi dan inspirasi dari tokoh-tokoh strategis.

 

Kehadiran Anwar Hafid sebagai keynote speaker menjadi menarik karena mempertemukan praktik kebijakan pendidikan pemerintah daerah dengan pengalaman lembaga yang selama ini bergerak dalam pembinaan penerima beasiswa secara nasional.

 

ETOS ID sendiri merupakan program beasiswa Dompet Dhuafa yang berfokus pada investasi sumber daya manusia strategis daerah melalui peningkatan kapasitas dan integritas mahasiswa. Tujuannya adalah melahirkan SDM daerah yang berintegritas, profesional, transformatif, serta mampu berperan dalam percepatan pembangunan daerah.

 

ETOS ID saat ini menjalankan aktivitas pembinaan di 16 wilayah program di Indonesia, termasuk Palu, Sulawesi Tengah. Cakupan 16 wilayah tersebut juga digunakan dalam berbagai program nasional ETOS ID yang mempertemukan penerima manfaat dan fasilitator dari berbagai daerah.

 

Di tingkat nasional, ETOS ID menjadi bagian dari ekosistem Beastudi Indonesia GREAT Edunesia. Beastudi Indonesia menaungi berbagai program pembinaan penerima beasiswa, di antaranya ETOS ID, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA), Youth Ekselensia Indonesia (YES), dan Kuliah Tak Gentar (KTG).

Pertemuan gagasan antara Berani Cerdas dan ETOS ID memiliki irisan yang kuat pada pengembangan sumber daya manusia berbasis daerah. Jika ETOS ID membangun kapasitas mahasiswa melalui skema beasiswa dan pembinaan, Berani Cerdas menjadi instrumen kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan.

 

Program Berani Cerdas mulai dijalankan pada 2025 dan kemudian terus diperluas. Pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan Sulawesi Tengah, dengan peningkatan kualitas manusia dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.

 

Kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah dalam forum ETOS ID sekaligus membuka ruang agar pengalaman implementasi Berani Cerdas dapat diperkenalkan kepada komunitas penerima dan pengelola beasiswa dari berbagai wilayah Indonesia.

 

Bagi ETOS ID Palu, momentum tersebut menjadi penting karena Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi salah satu wilayah pembinaan ETOS ID, tetapi juga memiliki kebijakan pendidikan daerah yang kini mempertemukan pemerintah daerah dengan jaringan pembinaan beasiswa berskala nasional.

 

Selain Anwar Hafid, Compass Building Camp 2026 menghadirkan Bayu C. Winata, Ketua Beastudi Indonesia; Suhandi Hasan, Administrative Assistant Penn State University sekaligus Alumni Etos ID Ambon 2012; Mulyadi Saputra, Deputy Director I Pendidikan Dompet Dhuafa; serta Haryo Mojopahit, Managing Director Program, Riset dan Budaya Dompet Dhuafa.

 

Melalui forum tersebut, Etoser di berbagai wilayah mendapat kesempatan melihat praktik kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia dari beragam perspektif, mulai dari pemerintah daerah, pendidikan, pengelolaan program beasiswa hingga pengembangan masyarakat.

 

Bagi Sulawesi Tengah, hadirnya Anwar Hafid dalam forum nasional ETOS ID membawa pesan tersendiri: Berani Cerdas tidak hanya berbicara mengenai pembiayaan pendidikan, tetapi juga tentang bagaimana akses pendidikan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kualitas generasi daerah.

 

Sumber : Tim Media Berani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *