Program BERANI Tunjukkan Hasil Nyata, Pemprov Sulteng Perkuat Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Facebook
Twitter
LinkedIn

Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan capaian Program BERANI yang telah berjalan sejak Januari 2025 dalam konferensi pers di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026).

 

Program unggulan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido tersebut mulai menunjukkan hasil nyata melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

 

Konferensi pers yang digagas Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah itu dibuka oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido dan dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah serta insan pers.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Program BERANI bukan sekadar slogan pemerintahan, melainkan kebijakan yang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

“Media merupakan mitra strategis pemerintah. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelaksanaan Program BERANI terus berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar dr. Reny.

 

Sektor pendidikan melalui BERANI Cerdas menjadi program dengan alokasi anggaran terbesar. Pada 2026, pemerintah menggelontorkan sekitar Rp351 miliar untuk membiayai BOSDA, beasiswa mahasiswa, subsidi pendidikan, bantuan seragam, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, hingga revitalisasi satuan pendidikan.

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, mengatakan investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan.

 

“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan komitmen Bapak Gubernur dalam membangun fondasi peradaban Sulawesi Tengah melalui pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan,” katanya.

 

Di sektor kesehatan, BERANI Sehat terus memperluas akses layanan kesehatan melalui pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, serta layanan Non-JKN bagi kasus-kasus yang belum ditanggung BPJS. Hingga Juni 2026, realisasi anggaran program tersebut telah mencapai sekitar Rp52,4 miliar.

 

Sementara itu, pembangunan infrastruktur melalui BERANI Lancar terus dipercepat dengan penanganan 57 ruas jalan, pembangunan 10 jembatan, serta pelaksanaan kontrak tahun jamak untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Pemerintah juga mendukung pembangunan jalan desa sebagai bagian dari target 1.000 kilometer jalan desa.

 

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Pembangunan jalan dan jembatan bukan hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,” ujarnya.

 

Melalui pemaparan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

 

BERANI Cerdas memperkuat investasi sumber daya manusia, BERANI Sehat memperluas perlindungan kesehatan, dan BERANI Lancar membangun konektivitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

 

Sumber : Tim Media Partner Berani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *