PEMERINTAHAN PROVINSI SULAWESI TENGAH

Pemprov Sulteng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah dan Penanggulangan KLB Polio secara daring bersama Kemendagri.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Palu– Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio secara Virtual bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Bertempat, diruang Rapat Asisten II. Senin,  (24/06/2024).

Mendagri, Tito mengatakan penyakit polio merupakan penyakit yang sudah lama, namun saat ini dikhawatirkan menjadi wabah. “Ada beberapa daerah yang cukup tinggi polionya, untuk itu diminta kepada Kepala Daerah masing-masing agar melaksanakan imunisasi polio serentak di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Tito menambahkan, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kegiatan rakor yang dilaksanakan secara mingguan untuk mengendalikan inflasi. “Rakor yang kita laksanakan setiap minggu ini sangat baik, terbukti dengan adanya beberapa daerah yang berhasil mempertahankan dan menurunkan angka inflasinya dari bulan ke bulan,” ungkapnya.

Tito menyebut, inflasi Indonesia bulan Mei di angka 2,84 persen (y-o-y) sudah sangat bagus, diikuti deflasi bulan ke bulan Mei terhadap April sebesar 0,03 persen. “Untuk daerah-daerah yang inflasinya masih tinggi, saya minta untuk melakukan langkah-langkah mengevaluasi apa penyebab kenaikan atau tingginya inflasi di daerahnya dan juga kenaikan harga barang dan jasa di daerahnya, serta apa saja upaya yang dilakukan untuk menurunkan inflasi”, imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti harga cabai merah pada minggu ketiga Juni 2024 naik sebesar 8,63 persen dibanding Mei 2024. “Jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan harga cabai merah pada minggu ketiga Juni 2024 bertambah,” jelasnya.

Lebih lanjut, harga cabai rawit pada minggu ketiga Juni 2024 naik sebesar 5,13 persen dibanding Mei 2024. “Sedangkan harga telur ayam turun 1,61 persen, harga daging ayam ras turun 2,39 persen, dan harga beras turun 0,95 persen,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Narasumber dari Badan Pusat Statistik dan beberapa Kementrian/Lembaga terkait.

 

Sumber : Biro Administrasi Pimpinan/PPID Pelaksana

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *