PALU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar tahap presentasi dan wawancara Lomba Inovasi Daerah Masyarakat Berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) Kategori Digitalisasi Pembayaran. Bertempat di Ruang Inovasi Brida (10/08/2026).
Tercatat sebanyak 10 tim inovator terpilih melaju ke tahap ini setelah menyisihkan 25 pesaing lainnya dari total 37 pendaftar awal yang masuk dalam tahap seleksi administrasi.
Dalam sesi ini, para dewan juri yang terdiri dari akademisi, Dr. Anita Ahmad Kasim, yang berasal dari Universitas Tadulako, serta perwakilan Kantor Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Glenn Nathaniel Pandelaki, M Pasha Ilyasa G.
Beberapa poin penting yang dinilai dalam seleksi presentasi dan wawancara ini yaitu instalasi dan kesiapan sistem, integrasi pembayaran digital, fungsionalitas, kemudahaan penggunaan, akurasi proses transaksi, keamanan sistem, kecapatan dan respon sistem, dan yang terakhir yaitu keandalan, yang mana aplikasi tetap stabil selama demonstrasi dan tidak mengalami crash atau kehilangan data.
Setelah melewati sesi wawancara dan presentasi mendalam, dewan juri akan melakukan evaluasi akhir untuk menentukan pemenang terbaik yang berhak mendapatkan penghargaan berupa plakat, uang pembinaan, dan HAKI atas produk yang dihasilkan.
Adapun 10 tim yang lolos ketahap presentasi dan wawancara ini yaitu:
1. Digitalisasi pembayaran pada UMKM Barberdoor
2. Digitalisasi pembayaran pada UMKM Apreska Kos dan Penginapan
3. Digitalisasi pembayaran pada UMKM Wakai Heaven
4. Digitalisasi pembayaran pada UMKM IPUL BUAH Kota Palu
5. Digitalisasi pembayaran pada UMKM Meubel Padaidi Kota Palu
6. Digitalisasi pembayaran pada UMKM Fotocopy Cakrawala
7. Digitalisasi pembayaran pada Safira Laundry
8. Digitalisasi pembayaran pada UMKM Warung Lalapan Perempatan
9. Digitalisasi pembayaran pada UMKM Nina Salon
10. Digitalisasi pembayaran pada UMKM Bunga Telang Palu
Melalui kolaborasi strategis antara BRIDA dan Bank Indonesia, ajang ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga tepat guna dan mudah diimplementasikan oleh masyarakat Sulawesi Tengah.
Sumber : PPID Brida Sulteng
