Sigi – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas P2KB Kabupaten Sigi menggelar kegiatan Edukasi Perencanaan Kehidupan Menuju Generasi Bebas Stunting bagi Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Risiko 4 Terlalu di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Rabu, (22/7/2026)
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga Sejahtera (KBKS) Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Rifai dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas pasangan usia subur, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Dalam sambutannya, Moh. Rifai menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga sebagai langkah awal mencegah stunting.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan. Melalui edukasi ini kami ingin meningkatkan pemahaman pasangan usia subur agar mampu menghindari risiko 4 Terlalu, yaitu terlalu muda hamil, terlalu tua hamil, terlalu sering melahirkan, dan terlalu dekat jarak kehamilan. Dengan perencanaan kehamilan yang baik, diharapkan setiap keluarga dapat mewujudkan kehamilan yang sehat dan melahirkan generasi yang berkualitas,” ujar Moh. Rifai.
Selain membahas risiko 4 Terlalu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sebelum dan selama masa kehamilan. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa kecukupan gizi menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal sekaligus menekan risiko stunting.
Peserta juga dibekali informasi mengenai perencanaan kehamilan yang tepat, termasuk pemilihan metode kontrasepsi yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Perencanaan kehamilan yang matang dinilai mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi kesehatan fisik dan mental ibu, tetapi juga bagi tumbuh kembang anak di masa mendatang.
Moh. Rifai menambahkan, kesiapan sebelum kehamilan menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.
“Persiapan yang baik sebelum kehamilan akan membantu ibu mencapai kondisi kesehatan yang optimal, mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan, serta memperkuat kesiapan emosional maupun ekonomi keluarga. Dengan demikian, pencegahan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh sejak fase prakonsepsi hingga masa pertumbuhan anak,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
Sumber : Dinas P2KB Provinsi Sulteng
