?> Gubernur Buka Gebyar Perbenihan Nasional di Sigi
Senin, 20 November 2017

Gubernur Buka Gebyar Perbenihan Nasional di Sigi

  • PDF

GEBYARbenihhh.jpg

Salah satu program yang sedang gencar dilaksanakan, adalah mewujudkan swasembada pangan menuju kedaulatan pangan secara nasional, serta untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045, dimana Sulawesi Tengah termasuk salah satu provinsi dari 34 provinsi yang diharapkan dapat mendukungdan memberikan kontribusinya terhadap program dimaksud,mengingat potensi lahan yang tersedia menurut data BPS provinsi tahun 2016, luas lahan sawah sekitar 148.442 ha, dan lahan kering sekitar 468.234 ha untuk tegalan/kebun dan sekitar170.996 ha untuk ladang/huma.

Kondisi ketahanan pangan Sulawesi Tengah khususnya beras sejak 5 tahun terakhir tergolong surplus. Pada tahun 2016, capaian produksi padi Sulawesi Tengah, tercatat sebesar 1.103.168 ton gabah kering giling. Jumlah tersebut bila dikonversi ke beras (angka rafaksi 62,74%), yaitu sebesar 597.210 ton beras. Dengan jumlah penduduk Sulawesi Tengah sekitar 2.950.189 jiwa.

Jika kebutuhan konsumsi per kapita penduduk sekitar 139,15 kg/kapita/tahun,maka kebutuhan beras Sulawesi Tengah sekitar 410.519 ton, angka tersebut mengindikasikan bahwa, Sulawesi Tengah tergolong provinsi yang berasnya surplus sekitar 186.691 ton, dimana surplus beras Sulawesi Tengah tersebut, sebagian besar diperdagangkan antar daerah dan antar pulau, seperti ke Provinsi Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Timur,Kalimantan Utara dan sebagainya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si saat membuka Gebyar PerbenihanTanaman Pangan Tingkat Nasional ke-V, bertempat di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis, 12 Oktober 2017.

Selain membuka Gebyar PerbenihanTanaman Pangan Tingkat Nasional ke-V, Gubernur Sulawesi Tengah didampingi Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto serta pejabat lainnya melakukan pembenihan serta panen tanaman pangan sekaligus penyerahan secara simbolis kartu petani miskin, pemberian benih jagung, hand traktor, serta claim asuransi usaha kepada petani.

Untuk tahun 2017, target luas tanam komoditas tanaman pangan (Pajala) Provinsi Sulawesi Tengah,untuk padi seluas 266.283 ha, apabila kebutuhan benih sekitar 25 kg/ha, maka kebutuhan benih setara 6.657 ton/tahun, jika harga benih sekitar Rp. 9.000 per ha, maka biaya untuk benih padi pertahun sekitar 59,9 milyar.

Target untuk jagung seluas 84.425 ha, apabila kebutuhan benih sekitar 15 kg/ha, maka kebutuhan benih setara 1.266 ton/tahun, dan jika harga benih sekitar rp.14.000 per ha, maka biaya untuk benih jagung pertahun sekitar 17,73 milyar. Targetuntuk kedele seluas 12.877 ha, apabila kebutuhan benih sekitar 25 kg/ha, maka kebutuhan benih kedele setara 322 ton/tahun. Jika harga benih sekitar Rp.9.000 per ha, maka biaya untuk benih kedele per tahun sekitar 2,9 milyar.

Dengan data dan informasi sederhana tersebut dapat disimpulkan, bahwa Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi potensial untuk dipacu usaha perbenihannya, dengan kata lain potensial untuk menarik minat investor guna memanfaatkan peluang berinvestasi dalam usaha/industri perbenihan tanaman pangan secara berkelanjutan. 

“Dalam rangka mendukung pengembangan usaha perbenihan tanaman pangandan daerah secara berkelanjutan, maka pemerintah daerah telah melakukan berbagai upayaantara lain Peningkatan status balai benih, Penetapan Perda nomor 1 tahun 2015, tentang perlindungan lahan pertanianpangan dan Mendorong dibentuknya SMK Pertanian unggulan,” sebut Gubernur.

Disisi lain, walaupun berbagai upaya telah dilakukan, namun tantangan penting dan mendasar harus segera diatasi antara lain, Kondisi infrastruktur yang belum memadai, Kebutuhan pangan, Fenomena perubahan iklim, Generasi mudayang enggan bekerja di sektor pertanian, Perbaikan NTP Petani dan Tantangan mendasar lainnya, bagaimanamengurangi kemiskinan, terutama di perdesaan yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian.

Hadir pada kesempatan itu Menteri Pertanian yang diwakili Dirjen Tanaman PanganDr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto beserta Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Luar Negeri, pejabat eselon II dan III lingkup Kementerian Pertanian, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Prof. Em. H. Aminuddin Ponulele, MM, Walikota Palu dan Bupati se Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi dan Kabupaten Sigi serta pejabat terkait lainnya. 

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 17 Oktober 2017 00:19

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday6105
mod_vvisit_counterYesterday7933
mod_vvisit_counterThis week14038
mod_vvisit_counterLast week79820
mod_vvisit_counterThis month220260
mod_vvisit_counterLast month354024
mod_vvisit_counterAll days11350460

We have: 384 guests, 13 bots online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id