?> Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Terus Menanjak
Selasa, 20 Februari 2018

Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Terus Menanjak

  • PDF

BI2017.jpg

Sulawesi Tengah menjadi provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi selama dua tahun terakhir. Pada tahun 2017, meskipun sempat tertahan pada semester lalu, pertumbuhan perekonomian Sulawesi Tengah kembali menunjukkan geliat pemulihan ekonomi sehingga mampu tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada triwulan 2017, Sulawesi Tengah mampu tumbuh 8,68% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 6,61% (yoy). Geliat pemulihan ini sejalan dengan mulai pulihnya ekonomi global yang kemudian memberikan efek pada ekonomi domestic.

Pencapaian ini tentunya tidak terlepas dari upaya semua pihak baik pemerintah maupun swasta yang terus berkomitmen untuk membangun Sulawesi Tengah dari segala aspek. Kinerja inflasi juga relative baik dimana tingkat inflasi masih dalam kisaran target yakni 4 ± 1 % (yoy).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dalam sambutannya pada acara pertemuan tahunan Bank Indonesia, bertempat di Hotel Mercure Palu, Kamis 14 Desember 2017.

“Sumber pertumbuhan selama dua tahun terakhir masih berasal dari sector pertambangan dan turunannya yakni nikel dan gas (LNG). Namun mayoritas penduduk Sulawesi Tengah justru masih bekerja di sektror pertanian dan perdagangan. Untuk itu pemerintah daerah terus berupaya mengambil langkah strategis seperti mendorong pengembangan agroindustry dan mengembangkan agroindustry dan pengembangan UMKM yang mengolah berbagai hasil dari sector pertanian,” jelas gubernur.

Menurut Gubernur, kualitas pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah perlu untuk lebih ditingkatkan. Kedepan pemerintah tetap berkomitmen menuju visi pembangunan Sulawesi Tengah maju, mandiri dan berdaya saing yang akan diwujudkan dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur dan mendukung kemandirian energy, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mewujudkan pengelolaan sumberdaya agribisnis dan maritime yang optimal dan berkelanjutan.

Senada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Miyono. Menurutnya momentum pemulihan ekonomi global dan domestic juga diikuti perkembangan ekonomi Sulawesi Tengah. Secara sektoral, laju perekonomian Sulteng sangan dipengaruhi pertumbuhan lima sector utama yakni sector pertanian, pertambangan, industry pengolahan, perdagangan dan konstruksi.

“Kami memperkirakan kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2017 masih kondusif, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 akan berada pada rentang 5,1-5,5%, inflasi akan berada dalam kisaran 3,5%±1% (yoy), deficit transaksi diperkirakan sedikit meningkat, namun tetap di bawah 3% dari PDB,” jelas Miyono.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia tahun 2017 menghadirkan dua orang pembicaya yakni Kepala Bappeda Sulawesi Tengah, Prof. Dr. rer pol Patta Tope, SE dan Rektor Paramadina University, Prof. Firmanzah, PhD dengan moderator Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Dr. Ir. Bunga Elim Somba, M.Sc

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 14 Desember 2017 23:23

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1585
mod_vvisit_counterYesterday4398
mod_vvisit_counterThis week9682
mod_vvisit_counterLast week31423
mod_vvisit_counterThis month104074
mod_vvisit_counterLast month256671
mod_vvisit_counterAll days12196482

We have: 163 guests, 3 bots online
Your IP: 54.83.66.51
 , 
Today: Feb 20, 2018
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id