?> Kementerian LHK Gelar Rakor Pengembangan Produk HHBK di Sulteng
Rabu, 17 Januari 2018

Kementerian LHK Gelar Rakor Pengembangan Produk HHBK di Sulteng

  • PDF

rakorPengembanganHHBK.jpg

Gubernur yang diwakili Sekda Drs. Moh. Hidayat, M.Si mengapresiasi rakor pengembangan klaster industri skala kecil menengah pengolahan HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) di Sulawesi Tengah, Rabu (13/12).

Rapat di ruang polibu kantor gubernur itu, dihadiri 2 pejabat pusat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari IB. Putera Parthama, Ph.D, dan Direktur PPHH Dr. Ir. Rufi’ie, M.Sc.

Berdasarkan hasil kajian dan roadmap pengembangan klaster industri maka ditetapkan produk olahan HHBK potensial Sulteng yaitu nira aren dan rotan.

Atas hal itu, sekda berharap seluruh KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) di Sulteng dapat mengusulkan calon produk lainnya untuk dikaji lebih lanjut seperti madu hutan, nilam, getah pinus, getah karet, getah damar, bambu, kopi, kemiri, pala dll.

Sedang untuk potensi jasa lingkungan yang juga bisa diindustrikan seperti danau, air terjun, dan hutan mangrove.

Dengan potensi tersebut sekda mengimbuh jajaran KPH untuk berinovasi dan berkreasi maksimal. “Kembangkan jiwa entrepreneurship dalam mengelola hutan dan hasil-hasilnya melalui pengembangan usaha-usaha produktif berbasis masyarakat,” imbuh sekda.

Menguatkan arahan sekda, Dirjen IB Putera Parthama menuturkan bahwa kementerian telah merumuskan sejumlah strategi penguatan produk HHBK, diantaranya mengeliminasi aturan-aturan over birokratis yang tidak pro investasi, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya hutan yang terpadu dari hulu ke hilir dengan berprinsip pada forest based cluster industry dan mengembangkan pola-pola kemitraan usaha antara KPH dengan industri seperti waralaba dan bagi hasil. 

"KPH bisa memilih sesuai kemampuan dan kondisi sosial masyarakat setempat," jelasnya tentang pola kemitraan yang bisa dipilih.

"Dengan (strategi) itu semoga KPH mandiri, hutan lestari dan masyarakat berseri bisa terwujud," lanjutnya berharap.

Pada kesempatan itu, Sekda Moh. Hidayat dan kadis kehutanan Sulteng Nahardi menyaksikan serah terima bantuan alat produksi nira aren menjadi gula semut dan rotan dari ditjen PHPL, masing-masing kepada KPH Dampelas dan rotan kepada KPH Dolago Tanggunung.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 14 Desember 2017 04:07

Add comment


Security code
Refresh