?> Peraturan Baru TPID Disosialisasikan
Sabtu, 16 Desember 2017

Peraturan Baru TPID Disosialisasikan

  • PDF

TPIDSultengg2017.jpg

Menindak lanjuti Kepres No. 23 Tahun 2017 dan Kepmendagri No. 500.05-8135 Tahun 2017 tentang Tim Pengendalian Inflasi Daerah maka TPID Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi terkait aturan itu pada Selasa (21/11) di Hotel Santika Palu.

Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si yang membuka sosialisasi mengatakan bergulirnya peraturan itu membuat perubahan struktur TPID.

“Tadinya (TPID) diketuai oleh sekretaris daerah provinsi dan sekretaris daerah kabupaten/kota namun dengan keluarnya kepres dan kepmen itu maka TPID mulai tahun 2018 akan diketuai oleh gubernur, walikota dan bupati di seluruh Indonesia,” bebernya.

Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, Gubernur Longki meminta TPID menjaga laju inflasi dengan memperhatikan pada 3 hal yaitu, menjaga ketersediaan stok kebutuhan pangan masyarakat, menjaga kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Jika ketiga hal tersebut bisa terjaga maka secara otomatis laju pertumbuhan inflasi dapat kita kendalikan,” lanjut gubernur menyimpulkan.

Terkait perkembangan inflasi, gubernur menambahkan kota Palu yang jadi indikator inflasi Sulteng menunjukkan kestabilan bahkan cenderung mengalami penurunan.

“Inflasi tertinggi terjadi pada Bulan Januari sebesar 1,32 dan terendah terjadi deflasi pada Bulan Oktober sebesar -1,31,” urainya tentang inflasi 2017 di Sulteng.

Pertumbuhan ekonomi Sulteng yang tinggi juga diharap gubernur harus diimbangi dengan pengendalian inflasi. Untuk itu pada 2018, Kota Luwuk tambah gubernur sudah ditetapkan menjadi kota inflasi nasional sehingga perhitungan inflasi Sulteng akan semakin akurat dengan ditambahnya Luwuk, menyusul kemudian Buol atau Tolitoli.

“Sulteng selalu di papan atas, kalau ke depan semua bisa dijaga, Saya yakin pertumbuhan ekonomi Sulteng tetap terjaga di atas 7 %,” jelasnya optimis.

Disamping itu, Gubernur Longki Djanggola mengucapkan terima kasih buat jajaran PKK yang sukses memasyarakatkan gerakan tanam cabe di pekarangan rumah yang efektif menekan laju inflasi bahan makanan khususnya cabe yang kerap jadi penyumbang inflasi tertinggi di Sulteng.

“Saya harap PKK ikut terlibat menggerakkan masyarakat menekan inflasi khususnya kebutuhan pokok rumah tangga dengan menanamnya di pekarangan rumah,” pungkasnya.

Usai memberi sambutan pembukaan, Gubernur Longki Djanggola, Sekda Moh. Hidayat Lamakarate, Kepala BI Sulteng Miyono, Bupati Banggai Laut, Bupati Buol, dan para asisten perekonomian kabupaten/kota menandatangani naskah pengukuhan TPID Sulawesi Tengah yang mengacu pada Kepres No. 23 dan Kepmendagri No. 500.05-8135 Tahun 2017.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 22 November 2017 06:41

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday7325
mod_vvisit_counterYesterday15963
mod_vvisit_counterThis week91154
mod_vvisit_counterLast week92617
mod_vvisit_counterThis month200318
mod_vvisit_counterLast month326599
mod_vvisit_counterAll days11657117

We have: 122 guests, 6 bots online
Your IP: 54.163.209.109
 , 
Today: Des 16, 2017
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id