?> Gubernur Lakukan Panen Raya Metode Hazton
Sabtu, 22 September 2018

Gubernur Lakukan Panen Raya Metode Hazton

  • PDF

metodeHAZTON.jpg

Palu, Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H Longki Djanggola M.Si melakukan panen raya padi Metode Haston yang di Kembangkan Oleh BI Sulteng di Desa Kalawara, Kabupaten Sigi, Kamis 15/03/2018.

Panen raya ini juga dihadiri Staf Ahli Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementrian Pertanian RI Dr. Ir. Mat Syukur M.S, Asisten 2 Prov Sulteng DR. B Elim Somba, Kadis Tanaman Pangan & Holtikultura Sulteng Ir Trie Iriyani Lamakampali,MM, kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng Miyono Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng JB Priyono, Deputi Pemimpin Bank Indonesia Sulteng Rahmat Hernowo, Bupati Sigi Moh. Irwan, Ketua DPRD Kab Sigi, BPTP dan sejumlah pejabat lainnya.

Panen raya metode haston di tahun 2017 ini berlangsung di satu areal sawah dengan luas 5 hektare.Sawah yang dipanen tersebut merupakan hasil kelompok tani ojolali yang Kembangkan melalui metode haston Oleh BI Sulteng yang dilakukan Bank Indonesia Sulteng.

Sebelum menggunakan metode haston, produksi padi sawah kelompok tani yang ada di desa kalawara tersebut berkisar 5-6 Ton Per Hektar, namun sejak juli 2017 di perkenalkannya budidaya padi metode haston, panen pertama mengalami peningkatan menjadi 9 Ton/ hektar dan Panen Ke dua ini lebih meningkat lagi menjadi 9,48 Ton/ hektar.

Pemimpin BI Sulteng Miyono menuturkan, adanya Pengembangan Padi dengan metode haston ini merupakan sebagai upaya untuk mendukung peningkatan pasokan beras serta upaya pengendalian harga beras di Sulawesi Tengah, Pengembangan padi dengan metode Hazton dilakukan di tiga kabupaten yaitu Sigi, Donggala dan Parigi Moutong seluas 20 hektare," ungkap Miyono

Gubernur Sulteng Berharap Program BI Sulteng melalui pengembangan metode haston ini jangan hanya di kembangkan di 3 Kabupaten tapi 6 Kabupaten seperti Banggai,Morowali, dan Toli-toli, karena Daerah tersebut merupakan Daerah penghasil Beras, dan apabila 6 kabupaten ini memberikan hasil produksi yang cukup signifikan maka Provinsi kita akan menjadi Provinsi yang di perhitungkan menjadi Provinsi yang surplus beras, sehingga tidak perlu lagi ada impor beras yang datng ke Sulawesi Tengah. “Kata gubernur”

Lebih lanjut gubernur mengatakan, khusus Kab Sigi yang memang kabupaten ini hanya mempunyai pertanian, perkebunan dan peternakan, maka tidak ada jalan lain pemerintah harus melipat gandakan semua prodiksi pertanian,perkebunan dan peternakan agar betul-tetul masyarakat bisa merasakannya, kalau tidak masyarakat akan kasihan karena kabupaten ini yang paling rentan dengan kemiskinan karena masyarakatnya hanya betul-betul bergantung pada pertaniannya sendiri, karaena tidak bisa di pungkiri Kab Sigi ini terlalu banyak hutannya sekitar 63 persen sehingga masyarakat sulit untuk berinteraksi, namun kami berupaya meminta ada perubahan tata ruang kepada Menteri Kehutanan Lingkungan Hidup RI agar status hutan di sigi bukan hanya status hutan produksi terbatas (HPT) namun diturunkan statusnya menjadi APL agar para petani bisa mempergunakan kembali lahan-lahan pertaniannya dan perkebunannya.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 16 Maret 2018 05:22

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday11224
mod_vvisit_counterYesterday11451
mod_vvisit_counterThis week11224
mod_vvisit_counterLast week74900
mod_vvisit_counterThis month206662
mod_vvisit_counterLast month161223
mod_vvisit_counterAll days13340242

We have: 137 guests, 12 bots online
Your IP: 54.158.199.217
 , 
Today: Sep 22, 2018
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id