?> Dharma Wanita Persatuan Jadi Ajang Kreatifitas Srikandi
Senin, 23 Juli 2018

Dharma Wanita Persatuan Jadi Ajang Kreatifitas Srikandi

  • PDF
dwp2018.jpg

Palu, Gedung pertemuan Pogombo dipenuhi oleh ratusan srikandi anggun yang kompak mengenakan pakaian serba jingga muda, mereka terlihat antusias dengan pemaparan yang disampaikan. Mereka adalah srikandi Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Tengah. 

 

Ny. Hj Winiar Hidayat selaku ketua DWP memaparkan, bahwasanya seorang istri aparatur sipil negara selain mendampingi dan mendukung suami dalam setiap tugasnya sebagai abdi negara, perlu pula mengambil peran aktif melalui organisasi DWP dengan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan berorganisasi. 
 
Hal tersebut disampaikannya pada diskusi DWP provinsi yang mengangkat tema “Pentingnya Organisasi DWP Bagi Istri ASN”  pada Senin (7/5/2018), lanjutnya, Ny Winiar menginginkan agar DWP kiprahnya dapat terus ditingkatkan. Di kesempatan itu juga ia menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa kepada anggota. Dimana Ramadhan akan tiba di pertengahan bulan ini. 
 
“Saya kira para anggota DWP perlu mengambil peran nyata dalam organisasi disamping sebagai istri, ini penting juga untuk mendukung suami, ke depan agar tetap aktif. Saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan memohon maaf lahir dan batin kepada ibu-ibu semua”, ungkapnya. 
 
Sekretaris Daerah Provinsi sekaligus Pembina Dharma Wanita Persatuan Sulawesi Tengah Drs. H Mohamad Hidayat Lamakarate, M Si ketika membuka acara tersebut menyampaikan bahwa organisasi ini merupakan wadah yang sangat penting. 
 
Lanjutnya, menjadi penting karena dalam organisasi tersebut para srikandi yang mendampingi sang suami diberikan ruang yang seluas-luasnya dalam mengembangkan ilmu, menambah pengalaman dan mengasah  kreativitas. 
 
Dalam suasana yang hangat juga akrab seakan tak berjarak, Sekda Hidayat meminta kepada audiens untuk memberikan alasan mengapa DWP menjadi dianggap penting, sehingga ratusan anggotanya meluangkan waktu di tengah kesibukannya rela datang dengan penampilan terbaiknya. 
 
Ia memaparkan, DWP menjadi penting seperti diungkapkan sebelumnya, adalah juga sebagai wadah silaturahmi para istri ASN di lingkup pemerintahan provinsi, selanjutnya dengan silaturahmi tersebut berkembang menjadi tukar pikiran dan pengalaman yang pada muaranya adalah memahami sekaligus juga membantu tugas suami dalam pengabdiannya kepada negeri. 
 
Ia menambahkan, DWP saat ini bukan lagi hanya sekedar berkumpul dan bercerita tanpa makna lalu bubar begitu saja. Sekda Hidayat menginginkan agar ada nilai yang diraih didalamnya. Agar ada pengetahuan dan pengalaman yang bisa didapat bagi anggotanya. 
 
“Dalam pengamatan saya sudah mulai aktif dan memiliki agenda dalam rangka memaksimalkan anggotanya, untuk apa kumpul tidak menambah nilai, karena banyak disini yang meninggalkan rumah atau bahkan ada juga yang bekerja. Untuk itu coba dikemas untuk dijadikan bahan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Sehingga  sebagai organisasi istri pegawai, kaya akan informasi, selain itu juga saya bilang sayang sekali bila tidak dimanfaatkan untuk hal positif. Seorang pegawai akan terbantu jika hubungan di kantor dapat juga diselesaikan di rumah, dan dibangun dengan silaturahmi. Saya yakin ibu DWP orang-orang kreatif”, paparnya. 
 
Bukan tanpa hambatan, DWP di akar rumput memiliki berbagai tantangan, salah satunya adalah motivasi anggota yang masih rendah dalam mengikuti berbagai agenda kegiatan. Hal itu seperti diungkapkan Ny. Suryani dari dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi. Ia mengaku telah melakukan berbagai upaya dan metode guna menggaet partisipasi anggotanya, mulai dari himbauan, sampai pemberlakuan denda kepada anggota yang mangkir di kegiatan itu. Tapi hasilnya prosentasi kehadiran angota masih sangat minim. 
 
“Berbagai macam acara sudah kami upayakan, denda juga kami kenakan, kita juga ada bikin doorprize tapi belum juga ngefek, saya nangis pak ada satu kegiatan yang datang hanya ibu Kadis saja. Sebaiknya pimpinan diberikan atensi”, tutur Suryani berkaca-kaca. 
 
Lain tempat, lain adat istiadat. Pengalaman sebelumnya justru jauh berbeda di DWP Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sulawesi Tengah. Ny Syarifah mengatakan dengan bangga, bahwa kondisi organisasi di tempatnya sangat kental rasa kekeluargaan dan kekompakannya sampai di semua jenjang. Ia mengungkapkan sempat terharu suatu ketika, kegiatan yang kekurangan pendanaan, seluruh anggota tanpa dikomandoi langsung berinisiatif mencari solusi dengan menggalang dana bersama ataupun membawa logistik dari rumah masing-masing. Syarifah mengaku tak bosan untuk terus menerus mendekati anggotanya. 
 
“Alhamdulillah mereka semangat, tanpa ada denda, kalau anggaran kurang mereka ditanggulangi sendiri, bahkan sampai tenaga honor juga ikut berpartisipasi. Kita rangkul dengan hati, rangkul mereka dengan hati. Karena para istri juga dipersiapkan menjadi pemimpin, suka atau tidak perlu dilibatkan”, tuturnya dengan lembut. 
 
Sekda Hidayat yang menyimak ungkapan para srikandi itu pun merasa  bangga pun antusias. Menurutnya srikandi DWP jaman ini adalah mereka yang berani mengungkapkan pendapat, tidak hanya bicara di belakang. 
 
Ia menambahkan perlu tindakan dan metodologi yang berbeda pada penanganan kasus yang terjadi di masing-masing tempat. Sebelumnya ia pernah melakukan riset mengenai motivasi. 
 
Menurutnya motivasi dapat timbul secara internal dan eksternal. Pada kasus yang pertama seperti yang terjadi di Disnakertrans, sudah benar penanganannya. Yaitu dengan menggugah anggotanya melalui stimulus reward and punishment, akan tetapi outputnya masih juga dirasa rendah. Ini menjadi catatan, dirinya selaku pembina akan memberikan penekanan dan pengarahan lanjutan kepada para suami yang istrinya tidak ikut serta dalam kegiatan DWP. “Ini apakah dilarang oleh paitua atau bagaimana, kalau dilarang oleh suami akan saya lakukan pembinaan. Tapi sampai saat ini belum ada laporan seperti itu”, terangnya. 
 
Dan untuk kasus kedua di BMKG, Sekda Hidayat menilai bahwa anggota di dalamnya memiliki motivasi internal yang kuat. Yakni merasa memiliki kebutuhan dalam dirinya untuk bersama mengambil manfaat positif dalam berorganisasi. Dengan keikutsertaan di dalamnya otomatis memperluas silaturahmi dan mengasah kreatifitas, seperti dikatakan sebelumnya. Untuk itu dengan segala tantangan yang ada, DWP tidak boleh berhenti untuk terus berinovasi mengisi agenda kerjanya kepada hal yang positif dan memberi manfaat kepada seluruh anggotanya. 
 

“Motivasi internal dibangun dari diri sendiri dan eksternal, dia sadar karena ada tekanan atau hukuma. DWP Tidak boleh putus asa dalam melakukan penyadaran kepada anggotanya. Dan yang terpenting adalah kita berikan pemahaman tentang organisasi. Kita berikan kesempatan untuk merasakan bahwa berorganisasi di DWP ternyata menyenangkan, ternyata penting, karena banyak hal yang bisa kita dapatkan. Dan saya akan memaksa kepada pimpinan OPD untuk menyelengarakan kegiatan yang dihadiri saya langsung, bagi yang tidak hadir pada acara tersebut akan dicatat dan diberikan pertimbangan”, tegasnya.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 09 May 2018 08:16

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3343
mod_vvisit_counterYesterday6700
mod_vvisit_counterThis week10043
mod_vvisit_counterLast week59060
mod_vvisit_counterThis month152063
mod_vvisit_counterLast month4010
mod_vvisit_counterAll days12917659

We have: 122 guests online
Your IP: 54.158.248.112
 , 
Today: Jul 23, 2018
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id