?> Sektor Pariwisata
Senin, 23 Januari 2017

Sektor Pariwisata

Sektor Pariwisata

  • PDF

1. Sou Raja

Rumah Raja atau Sou Raja yang juga disebut Banua Mbaso yang berarti 'Rumah Besar'. Rumah berbentuk panggung ini merupakan warisan nenek moyang keluarga para bangsawan suku Kaili. Saat ini Banua Mbaso masih ditemukan di Biromaru, Tawaeli, Donggala dan Parigi.
Di dalam Kota Palu, Sou Raja terdapat di Kampung Lere. Bangunan ini masih terawat baik dan sering di kunjungi sebagai obyek wisata.
2. Pantai Talise

Pantai Talise yang membentang di Jl. Rajamoili dan Jl. Cut Mutia Palu merupakan objek wisata bahari yang memiliki panorama indah. Cocok untuk olahraga Selancar Angin, Ski Air dan sebagainya. Di pantai ini juga pengunjung dapat menikmati terbenamnya matahari di sela-sela gunung Gawalise sambil menyaksikan para nelayan menjala ikan. Pada malam hari, pantai yang terletak di tengah kota Palu ini banyak di kunjungi masyarakat untuk menikmati makanan dan minuman tradisional.
3. Museum Negeri Palu

Meseum Negeri Palu terletak di JI.Kemiri No. 23 Palu. Menyimpan kurang lebih 7.000 koleksi. Sebagian koleksi tersebut ditata dalam 2 (dua) gedung pameran tetap dan sebagian lainnya masih tersimpan di dalam gedung penyimpanan koleksi. Dalam gedung pameran tetap, dapat disaksikan aneka kebudayaan dari 12 etnis seperti upacara Daur Hidup, pembuatan Kain Tenun Donggala, Meramu Sagu dan Pembuatan Kain Kulit Kayu. Museum ini menjadi obyek peninjauan para pelajar dan siswa serta menerima kunjungan para wisatawan
4. Makam Datuk Karamah

Makam   Datuk  Karamah  yang  terletak  di Kampung Lere, Kota Palu, merupakan saksi sejarah masuknya agama Islam pertama di Sulawesi Tengah. Nama asli Datuk Karamah adalah Abdullah Raqie, seorang tokoh agama Islam asal  Minangkabau, Sumatera  Barat. Sekitar abad 17 Abdullah Riqie tiba di Palu untuk menyebarkan agama. la diberi gelar Datuk Karamah karena memiliki kesaktian. Masyarakat  mengaguminya  dan   memeluk agama   Islam   termasuk   Raja   Kabonena bernama   I   Pue   Njidi.   Datuk   Karamah menikah dengan Ince Jilie dan dikarunia dua anak perempuan, Ince Dongho dan ince Sahari Banong. Karena di anggap memiliki kesaktian makam Datuk Karamah hingga kini menjadi tempat dziarah, bahkan sering didatangi orang untuk melepaskan nazar.
5. Tenunan sarung Donggala

Salah satu kerajinan tancan daerah Sulawesi Tengah yang terkf.rial adalah Sarung Tenun Donggala. Sarung Tenun Donggala diproduksi dalam bentuk tenuri ikat yang memiliki ciri-ciri dan motif spesifk. Teknik pembuatannya masih oleh tangan dengan peralatan tradisional dan lama pengerjaannya bisa mencapai 1 minggu untuk 1 buah sarung. Bahan baku berasal dari benang yang sudah diberi zat pewarna.
Para wisatawan dapat menyaksikan atraksi penenunan di kecamatan Banawa, desa Towale, desa Watusampu dan desa Wani di kecamatan Tawaili, Kabupaten Donqqala.
6. Pulau Pasoso

Pulau Pasoso terletak di kecamatan Balaesanc kabupaten Donggala, sekitar 100 kilomete utara kota Palu. Pulau Pasoso dapat dicapa dengan jalan darat dan dilanjutkan dengar motor laut. Perjalan ke pulau Pasoso dar Palu menuju Labean dan dilanjutkan melalu laut selama 3 jam. Pulau Pasoso dikena sebagai pulau penyu terutama penyu hijai yang populasinya sangat tinggi. Antara bulan September dan Oktober penyu-penyu itu bertelur di pesisir pulau Pasoso. Wisatawan juga dapat menikmati terbit dan terbenamnya matahari.
7. Pusentasi

Terletak di desa Towale, kabupate Donggala kurang lebih 12 kilometer da kota Donggala. Kata pusentasi (bahas Kaili) berarti pusar air laut atau sumur lad Pusentasi adalah sebuah gua laut yan masih terhubung dengan laut oleh beberap saluran yang tersembunyi. Sumur air lau terletakdi daratantapi airnyaterasaasindi jernih sehingga kita dapat melihat ikan-ikai berenang di dalamnya. Kawasan ini dikena sebagai obyek wisata alam. Disekitar objd wisata pusentasi dapat disaksikan pan pengrajin tenun sarung Donggala.
8. Desa Watunonju

Lumpang batu Watunonju merupakan peninggalan sejarah bernilai tinggi. Objek ini terletak di desa Watunonju, kecamatar Biromaru, Kabupaten Sigi, yang berjarak sekitar 18 kilometer dari kota Palu. Benda purbakala yang namanya diabadikan pada nama desa tempat watunonju berada. Tidak jauh dari watunonju, masih terdapat peninggalan sejarah jaman kuno seperti penumbuk padi dan rumah tradisional Lobo dan Gampiri masih terawat dengan baik hingga sekarang.

9. Air Panas Bora

Air Panas Bora terletak di desa Bora kabupaten Sigi, kurang lebih 20 kilometer selatan dari kota Palu. Memiliki panorama alam indah yang dari celah-celah gunung mengalir air panas yang ditampung pada bak penampungan. Untuk mencapai objek wisata ini, pengunjung melewati perkampungan tradisional.
10. Tanjung Karang

Pantai Tanjung Karang terdapat di kabupaten Donggala 34 kilometer dari kota Palu, dapat ditempuh dengan mobil. Sepanjang perjalanan menuju Tanjung Karang, kita dapat menyaksikan birunya air laut, pasir putih. Pantai ini juga memiliki pemandangan alam bawah laut yang dikagumi oleh para wisatawan dimana dihuni oleh ikan-ikan dan terumbu karang yang berwarna warni. Anda dapat menikmatinya dengan menyelam pada siang dan malam hari. Terdapat beberapa tempat penginapan dari yang sederhana sampai yang dikelola oleh Prince John Resort.
11. Lembah Pipikoro

Lembah Pipikoro terletak di kecamatan Pipikoro, kabupaten Sigi dan bisa dijangkau dengan bus selama 2 jam dari Palu ke Gimpu dan dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik kuda. Lembah ini menjadi daerah tujuan wisata alam karena mempunyai panorama yang sangat indah, sekaligus sebagai pembatas antara wilayah propinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Perjalanan ke lembah Pipikoro sangat menantang. Pengunjung dapat melakukan trekking dari Gimpu-Tubo-Mapahi-Peana-Towulu dan bisa juga dengan menyusuri sungai Wotiora untuk meneruskan perjalana ke Donggala atau berjalan kaki dari Peana ke Kota-Gimpu.
Di desa Mapahi, pengunjung dapat menyaksikan pembuatan kain dari kulit kayu. Sedangkan di desa Kantewu dan Tuwulu dapat disaksikan pembuatan senjata tradisional seperti sumpit. Daya tarik lain dari lembah Pipikoro adalah tarian tradisional Raego. Tarian ini bisa disaksikan di desai Morui dan Banasu. Pengunjung yang datang ke Pipikoro bisa menginap di rumah penduduk.
12. Gua Pamona dan Latea

Gua Pamona yang terletak ± 57 kilometer dari kota Poso atau 258 kilometer dari kota Palu dapat ditempuh dengan kendaraan darat. Sementara Gua latea terletak di pinggiran desa Tentena, tak jauh dari Gua pamona.
Ratusan tahun yang lalu masyarakat suku Pamona, kabupaten Poso, menyimpan mayat dalam gua, seperti dalam kebudayaanToraja. hingga kini gua tersebut tetap menjadi salah satu obyek wisata yang menarik.
13. Air Terjun Saluopa

Air Terjun Saluopa terletak di sebelah barat kota Tentena, ibukota kecamatan Pamona utara, kabupaten Poso. Untuk mencapai air terjun dapat di gunakan kendaraan darat dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter. Air Terjun Pamona merupakan salah satu air terjun bersusun 12 tingkat. Keunikannya karena pengunjung dapat naik ke tingkat paling atas melalui batu-batuan yang tidak berlumut di bawah derasnya air.Di sektiar air terjun terdapat hutan tropis, hal ini menambah keindahan panorama alam Air Terjun Saluopa.
14. Air Luncur Sulewana

Sumber Air Luncur Sulewana berasal dari Danau Poso. Jaraknya 12 kilometer dari kota Tentena dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Air Luncur Sulewana terkenal karena alirannya sangat deras. Derasnya aliran dapat didengarpadajarak 500 meter. Sebuah penelitian mengeluarkan rekomendasi bahwa Air Luncur Sulewana dapat dijadikan sumber pembangkit tenaga listrik. Daya listrik yang dihasilkan mencapai 800 megawatt dan dapat melayani kebutuhan listrik untuk seluruh pulau Sulawesi.
15. Danau Poso

Terletak di kota Tentena pada posisi strategis lintasan perjalanan Trans Sulawesi antara Toraja, Poso Gorontalo dan Manado membuat Danau Poso selalu disinggahi wisatawan. Danau Poso dapat dicapai dengan perjalanan darat 57 kilometer dari kota Poso atau 283 kilometer dari kota Palu. Luasnya bisa mencapai ± 32.000 hektar yang membentang dari
utara ke selatan sepanjang 32 kilometer dengan lebar 16 kilometer dan kedalaman mencapai 510 meter.
Danau yang terletak pada ketinggian 657 meter pada permukaan laut memiliki keunikan karena berpasir putih dan kuning keemasan serta bergelombang seperti air laut. Panorama alam di sekeliling danau sangat indah. Perbukitan dan hutan di sekitarnya berdiri tegar memagari danau. Udara yang sejuk membawa kesegaran bagi para Pengunjung.
Meskipun terjadi banjir pada sungai-sungai yang bermuara di danau ini, Air Danau Poso sangat jernih dan tidak keruh.
16. Taman Laut Togian

Taman Laut Togian terletak di kecamatan Tojo Una-una. Perjalanan menuju Togian dapat ditempuh dalam 4 jam jalan darat dari kota Poso yang berjarak 155 kilometer dan dilanjutkan dengan motor laut selama ± 4-5 jam. Objek wisata eksotik ini merupakan salah satu unggulan objek wisata di Sulawesi Tengah karena memiliki keindahan tiada tara. Alam bawah laut Togean merupakan surga bagi wisatawan dimana dihuni oleh coral tropis (seafan, soft coral sea sponge) dalam ukuran jumbo, serta berbagai spesies ikan hias dan kepiting kenari. Memancing, berlayar, berenang, dan menyelam dapat dilakukan setiap saat. Taman Laut Togian diperindah dengan deretan pulau-pulau kecil dan besar berhutan lebat. Babi rusa dan tangkasi adalah hewan yang menghuni hutan-hutan itu. Perumahan suku bajo, hilir mudik nelayan dan deretan cottage di pinggir pantai menambah keindahan alam Togean. Pulau-pulau di Togian juga memiliki pantai berpasir putih. Cocok bagi wisatawan yang suka berjemur sembari menikmati matahari terbenam.
Pulau ini terletak berdekatan dengan desa Tomoli kecamatan Ampibabo yang berjarak 97 kilometer dari kota Palu dan dapat dicapai dengan semua jenis kendaraan. Berenang dan menyelam dapati dilakukan di obyek wisata ini.
17. Populasi Maleo di Sausu Peoreh

Burung Maleo di Sulawesi Tengah dapat dijumpai di beberapa tempat. Salah satunya di desa Sausu Peoreh, Kabupaten Parigi Moutong. Lokasi ini dapat di capai dengan bus selama 2 jam dari kota Palu. Burung Maleo atau maccrocephalon maleo, adalah rumpun megapodiidae yang suka membuat gundukann atau sering disebut burung inkubator. Rumpun burung ini ditemukan di Indonesia Timur hingga Polinesia dan Australia. Tetapi di Indonesia Timur, burung Maleo hanya hidup di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Burung ini berbulu hitam dan putih mencolok dengan dada merah jambu, ekor berdiri tegak dan kepala gundul. Besarnya sebesar ayam betina dengan berat l.Skilogram. Burung Maleo menggunakan sumber panas dari luar menetaskan telurnya. Burung ini biasanya menghuni pantai berpasir yang dipanasi matahari, sumber-sumber air panas atau lubang-lubang gunung berapi.
18. Panjat Tebing Linggawali

Olahraga panjat tebing ini dapat dilakukan di Likunggawali, Marantale, Karena disini terdapat tebing yang curamnya mencapai 80 meter sehingga tempat ini menjadi salah astu obyek panjat tebing yang terbaik. Ada juga Air Terjun Toramaya yang berjarak 4 kilometer dari desar Towera dimana kita dapat melihat sarang burung walet putih (collocalia fuciphagus). Bagi wisatawan yang senang trekking/hiking maka Likunggawali juga menjadi pintu masuk trekking dari pantai timur ke Janaedo selama 3 hari perjalanan. Obyek wisata ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat kurang lebih 3 jam dari Palu.
19. Pulau Makakata

Terletak di kecamatan Parigi, 85 kilometer dari kota Palu. Pulau ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat sekitar 2.5 kilometer dan dilanjutkan dengan naik motor boat 25 menit. Pulau ini memiliki panorama alam yang indah dan dihuni oleh masyarakat etnik Bajou yang terkenal dengan cara menangkap ikan yang masih tradisional.
20. Cagar Alam Morowali

Lokasi Cagar Alam Morowali dapat ditempuh dengan bus dari Kota Palu ke Kolonedale sejauh 431 kilometer atau 10 jam perjalanan.
Dari Kolonedale perjalanan dilanjutkan dengan motor laut selama 1 jamrCagar Alam Morowali mempunyai Iuas225.000 hektardan terletak di kabupaten Morowali. Cagar Alam Morowali dihuni oleh berbagai jenis binatang dan berfungsi sebagai pelindung hutan tropis di pulau Sulawesi. Ekosistem yang ada di dalam kawasan lindung beranekaragam ini mulai dari pantai, hutan mangrove, hutan alluvial dataran rendah, hutan rawa, hutan pegunungan dan hutan lumut pada ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini juga memiliki sebuah danau dan 3 sungai utama.
Dalam kawasan Cagar Alam Morowali terdapat masyarakat tradisional sukuWana yang berjumlah sekitar 2.000 orang. Masyarakat Wana yang belum mengenal kehidupan moderen ini berdomisili di desa Posangke, desa kayupoli, desa Uwewaju, desa Ratobae, desa Sangkoe dan desa Langada. Pulau ini pernah disinggahi oleh seorang pelaut dari Inggris yang bernama Sir Francis Drake pada abad ke 17. Untuk mengenang peutalangan Drake, tahun 1980 dilaksanakan Operation Drake yang dilakukan oleh para ilmuwan dan pelajar dalam penelitian dan studi sosial dan ekologi.
21. Taman Laut Teluk Tomori

Keindahan Teluk Tomori selalu menjadi buah bibir. Para nelayan tradisional di pulau Rumbia dan Pengia, Batu Bayung atau batu Apali, Gua Telapak Tangan Kanan dan Tempayan Besar di Gililana adalah obyek wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi pengunjung Air laut jernih dan alam bawah laut yang indah di pulau Pengia dan pulau Tomori juga selalu menggoda pengunjung untuk singgah di teluk yang berada di depan kota Kolonedale itu. Belum lagi Tappo Hulu atau Gua telapak Tangan Kiri serta tulang belulang manusia di Gua batu Putin. Sementara itu, deretan pulau Lampu, pulau Tokabe, pulau bunda dan pulau Tomori yang ditumbuhi pohon nyiur seakan tidak berhenti melambai para pelancong yang datang dan pergi.

22. Pulau Lutungan

Pulau Lutungan berjarak 456 kilometer dari kota Palu dengan jalan darat dan dilanjutkan dengan perariu 25 rnenit dari Pelabuhan Tanjung batu. pulau ini terletakdi arah barat tolitoli dikelilingi air dan pantai berpasir. Pulau ini dianggap sebagai tempat keramat dan dikunjungi oleh masyarakat dengan tujuan mencari berkah atau bermohon sesuatu pada pulau tersebut. Caranya dengan menancapkan pelepah kelapa ke dalam tanah lalu mencabutnya. Mereka yakin bawah jika pelepah menjadi pendek berarti permintaan ditolak. Tetapi jika pelepah menjadi panjang maka permintaan diterima

23. Tanjung Matop

Tanjung Matop terletak di pulau matop, tepatnya di desan Pinjan, kecamatan Tolitoli Utara. Untuk mencapai pulau matop pengunjung dapat menggunakan semua jenis kendaraan dengan menempuh jarak 80 kilometer dari Tolitoli atau 523 kilometer dari kota Palu. Di Tanjung Matop terdapat burung maleo, penyu sisik hijau, kera hantu (tarsius), burung enggang, kepiting kenari, ikan napoleon dan sarang burungwalet. Lokasi ini termasuk hutan lindung.
24. Air Terjun Sigelang

Air terjun ini jaraknya 15 kilometer dari kota Tolitoli, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 3 kilometer dari desa Oyom. Sebagai tempat rekreasi yang dikelola masyarakat setempat, air terjun ini banyak dikunjungi khususnya oleh kaum remaja di hari-hari libur. Para pengunjung setelah mandi-mandi dapat pula menikmati makanan atau minuman hangat.

25. Pemandian Alam Komalingon

Terletak di desa Komaigan sekitar 8 kilometer arah selatan buol dan dapat dicapai dengan semua jenis kendaraan. Dari desa Komalingon dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 5 kilometer. Pemandian alam ini merupakan tempat rekreasi masyarakat dan juga sudah dikunjungi wisatawan mancanegara.
26. Pulau Busak

Terletak berhadapan dengan desa Busak maka disebut dengan nama pulau Busak yang berpasir putih. Jarak pulau ini dari Buol ± 23 kilometer dan dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat dan dilanjutkan dengan perahu dayung selama 15 menit.
Di pulau ini terdapat pohon kelapa dan kebun buha-buahan milik masyarakat. Sejak dahulu hingga sekarang, pulau Busak dijadikan sebagai tempat musyawarah bagi anggota masyarakat dalam merundingkan suatu permasalahan penting.

27. Air Terjun Pinamula

Air Terjuna Pinamula terletak di pinggiran sungai Pinamula dengan ketinggian 25 meter. Untuk mencapai objek ini dari Buol dapat menggunakan kendaraan roda empat menempuh jarak 15 kilometer dan dilanjutkan dengan jalan kaki dari desa Pinamula ke air terjun sejauh 3 kilometer.
Suhu disekitar ait terjun ini sangat sejuk dan cocok untuk berekreasi di akrhi pekan. Bagi wisatawan yang ingin trekking di sekitar air terjun harus menggunakan jasa masyarakat setempat sebagai pemandu.

28. Pantai Kilo Lima

Objek wisata ini ramai dikunjungi oleh masyarakat kota Luwuk karena letaknya dekat dari kota. Deretan kios, cafe serta warung makan menjadi pemandangan khas. Ombak pun sering menghempas pantai mengiringi keceriaan pengunjung. Bersampan, berenang, ski atau selancar merupakan atraksi yang dapat dilakukan di pantai Kilo Lima, usai atraksi pengunjung dapat melepas kepenatan sembari menikmati makanan khas seperti nasi goreng, pisang goreng atau minuman segar.

29. Suaka Margasatwa Salodik

Salodik memiliki panroam alam yang indah terletak 27 kilometer dari kota Luwuk. Untuk mencapai Cagar Alam Salodik ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 40 menit dari Kota Luwuk. Daya tarik utama Cagar Alama Salodik berupa air terjun bersusun-susun. Sleain air terjun, objek yang berada pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut ini memiliki hutan yang lebat. Kicauan burung dari balik dedaunan yang rimbun seakan menyapa setiap pengujung. Karena alamnya yang indah, belanda pernah mendirikan pesanggaran di lokasi ini. Puing puing tempat peristirahatan bekas peinggalan Belanda tersebut masih ada sampai sekarang

30. Pulau tikus

Perjalanan ke pulau Tikus dapat ditempuh dengan motor laut selama 3 jam dari kota Luwuk. Pulau Tikus yang sanagt indah ini dikelilingi pasir putih dan ditumbuhin pohon kelapa. Suasana di pulau sangat tenang dan sejuk. Dipulau ini juga pengunjung dapat menyaksikan atraksi ikan lumba-lumba yang berenang di pesisir pulau Tikus dan dapat juga melakukan kegiatan berenang dan menyelam untuk menikmati alam bawah laut yang indah.

31. Pulau Sampu-sampuan

Pulau Sampu - sampuan adalah sebuah pulau kecil ;ang hanya berukuran sekitar 2 kilometer persegi dan untuk mencapainya dapat menggunakan motor laut dari kota Luwuk selama 4 jam perjalanan. Pulau ini memiliki pasir putih dan pantainya bergu-gua. Keindahan alam bawah lautnya sangat menakjubkan karena memiliki berbagai jenis ikan hias yang unik. Sangat cocok bagi mereka yang gemar melakukan berenang dan menyelam sembari bernostalgia.

32. Keraton Raja Banggai

Keraton Raja Banggai merupakan peninggalan Raja    Banggai   yang   keadaannya   masih terpelihara dengan baik. Objek wiasta budaya ini terpelihar dengan baik. Objek
wisata budaya ini berjarak 72 kilometer dari kota Luwuk dan dapat ditempuh dengan kapal laut selama 9 jam.
Lokasi keraton terdapat di tengah kota Banggai kabupaten Banggai Kepulauan dimana di dalamnya terdapat keris kerajaan, payung kerajaan, alat musik kulintang dan pakaian kebesaran raja. Keraton Banggai diperkirakan berdiri pada abada ke 13 tahun saka 1478 atau tahun 1365 Masehi. Kerajaan ini berada dibawah pengaruh Kesultanan Ternate di Maluku Utara. bentuk bangunan keraton menyerupai keraton-keraton yang ada di Tidore dan Ternate karena hubungan historis.
Kerajaan Banggai dikenal sebagai kerajaan yang paling demokratis di dunia, karena tidak mengenal putra mahkota atau ahli waris. Siapa pun bisa diangkat sebagai raja atas keputusan Basalo Sangkep. Basalo Sangkep berfungsi sebagai Majelis Permusyawaratan Rakyat atau wakil rakyat. Kerajaan Banggai juga memiliki bendera berwarna merah putih bersusun 13. Bendera ini merupakan warisan rumpun keramat Paisutobui.

33. Makam raja Mandapar

Makam Raja Mandapar terletak di kelurahan Lompio, kota Banggai. makam yang hanya terbuat dari timbunan batu-batuan dengan bangunan rumah pelindung ini terkesan sangat sederhana. Meski demikian makam ini banyak dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan lokal dan mancanegara sebagai peninggalan sejarah karena Mandapar adalah seorang raja yang populer. Raja Mandapar dimakamkan pada tahun 1625 atau setelah 25 tahun ia memerintah. Mandapar adalah putra panglima perang Kesultanan Ternate, Adi Cokro, yang diberi gelar Mumbu Doi Jawa. Adi Cokro yang juga
dikenal dengan Adi Soko adalah tokoh yang menyatukan wilayah banggai Kepulauan dan Banggai Darat. Panglima perang ini kawin dengan seorang putri Portugisdan melahirkan Mandapar. Raja Mandapar diberi gelar Mumbu Doi Godong. Tak jauh dari makam Raja Mandapar terdapat pasar tradisional Banggai. Dari ketinggian makam juga dapat dilihat teluk Banggai dengan panorama yang indah. nelayan tradisional hilir mudik mencari nafkah, sementara rumah suku Bajou di atas laut menjadi pemandangan yang mempesona.

34. Rumah Keramat

Di kota Banggai terdapat 3 rumah keramat. Rumah Keramat Babolau, Rumah Keramat Kokini dan Rumah Keramat Putal. Salah satunya terletak di kelurahan Lompio. Dirumah keramat ini terdapat sebuah kendi atau bejana sebagai tempattinggal Putri Saleh Butu Bulugaus. Putri Bulugaus dalam waktu tertentu keluar dari kendi dan menampakkan diri pada orang sekitarnya. Konon, Putri Bulugaus adalah seorang Raja Banggai.   la   mempunyai  seorang  saudara laki-laki bernama Abu Gasim. Entah mengapa  dalam keseharian kedua akan
beradik ini sering terjadi pertengkaran. Putri Bulugaus akhirnya  meninggal dan dimakamkan diRumah Keramat di Kelurahan Lompio, sedangkan Abu Gasim dimakamkan di Rumah Keramat di  kelurahan Dodung. Sebagaimana Putri Bulugaus,Abu Gasim juga sering menampakkan diri.

35. Pantai Lambangan Pauno

Objek ini berupa tempat pemandian pingir pantai di desa Kendek yang berjarak 10 kilometer dari kota Banggai. Lambangan Pauno menjadi objek wisata yang sangat representatif karena dapat dicapai dengan mobil atau sepeda motor. Lokasi ini memanjang sekitar 200 meter dengan pasiri putih bersih. Batu karang, tebing terjal dan pohon ketapang memagar di ujung kiri kanan pantai membuat pemandangan menjadi indah.
Ombak pantai seakan tak henti berkejaran sembari menghempas ketika air pasang. Sementara saat air surut nampak bagaikan lapangan luas membentang. Pada musim tertentu air laut mengikis pasir-pasir pantai dan tertinggal hanya batu-batuan berwarna hitam. Sementara pada musim lainnya batu-batuan itu ditutupi kembali oleh pasir putih.
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 30 September 2011 02:33

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2531
mod_vvisit_counterYesterday5736
mod_vvisit_counterThis week8267
mod_vvisit_counterLast week49912
mod_vvisit_counterThis month140086
mod_vvisit_counterLast month172777
mod_vvisit_counterAll days7895750

We have: 157 guests, 15 bots online
Your IP: 54.205.111.118
 , 
Today: Jan 23, 2017
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id