TELECONFERENCE WAGUB SUDARTO DAN MENKO KESRA AGUNG LAKSONO

Sabtu, 30 Maret 2013
Ditulis oleh 120Y

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah H. Sudarto SH, M.Hum selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan teleconference dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI Agung Laksono, di Kantor BKKBN Sulteng, Senin Siang (18/2). Kegiatan yang melibatkan kurang lebih 13 KPA provinsi itu dimaksudkan untuk mendengarkan arahan menko kesra tentang kemandirian penanggulangan AIDS di daerah.

Pada kesempatan itu, diketahui perkembangan HIV/AIDS di Indonesias sudah mencapai 131.685 kasus, sebagaimana disampaikan menko kesra. Peningkatan tersebut diungkapkan oleh Agung Laksono diakibatkan karena belum optimalnya sinergitas berbagai komponen di tingkat pusat maupun daerah dalam menanggulangi ancaman virus mematikan tersebut. Dilanjutkan olehnya, belum terakomodirnya kebutuhan-kebutuhan penanggulangan secara proporsional yang disebabkan oleh tidak memadainya alokasi dan APBN dan APBD di masing-masing daerah. Sementara dana bantuan global yang dikucurkan juga akan segera berakhir di tahun 2015 mendatang. Berangkat dari persoalan tersebut maka menko kesra menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada para kepala daerah yang hadir saat itu diantaranya, melakukan kordinasi multipihak bagi kemandirian pendanaan domestik, menyusun kebijakan pemda yang mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS, meningkatkan kemitraan swasta untuk mencapai kemandirian penanggulangan HIV/AIDS dan memberikan kemudahan kepada LSM dan organisasi masyarakat untuk memperoleh alokasi dana APBD bagi pelaksanaan program-program penanggulangan HIV/AIDS.

Sementara itu, Wagub Sudarto melaporkan pelaksanaan program-program penanggulangan virus HIV/AIDS di Sulawesi Tengah dan kendala-kendala yang dihadapi kepada menko kesra, satu diantara kendala itu adalah belum optimalnya peran KPA di tingkat kabupaten/kota. Seyogyanya kata wagub, para bupati dan walikota dapat menginstruksikan kepada semua SKPD di wilayah masing-masing agar lebih berkomitmen dan mencurahkan perhatian ekstra dalam penanggulangan HIV/AIDS, khususnya segi pendanaan yang selama ini menjadi masalah utama. Olehnya, peran para pemimpin di daerah harus ditingkatkan.

 

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 30 Maret 2013 05:44