?> Momen HPS, Pemprov Kenalkan Program Diversifikasi Konsumsi Pangan
Minggu, 19 November 2017

Momen HPS, Pemprov Kenalkan Program Diversifikasi Konsumsi Pangan

  • PDF

HPS_2016.jpg

Kabupaten Tolitoli jadi tuan rumah peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36 Tahun 2016 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Acara puncak dipusatkan di lapangan Gaukan, Selasa (11/10). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. Tamu-tamu penting yang ikut hadir di acara tersebut antara lain Bupati Tolitoli Saleh Bantilan, Wakil Bupati Sigi Paulina, Wakil Bupati Poso T. Samsuri, dan Pj. Bupati Bangkep Faisal Mang beserta kepala-kepala SKPD provinsi, dan kabupaten/kota yang terkait dengan pangan.

 Hari pangan internasional yang diperingati tiap tahun, pada tanggal 11 Oktober merupakan momentum yang tepat untuk mengevaluasi capaian kinerja pembangunan di sektor pangan dan gizi. "Hari pangan sedunia bukanlah suatu kegiatan yang bersifat seremonial belaka yang menghabiskan banyak anggaran tetapi merupakan sarana untuk meningkatkan komitmen, kesadaran, perhatian dan tanggungjawab seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah," ungkap gubernur menekankan urgensinya dalam kaitan menciptakan SDM handal menghadapi globalisasi.
Karenanya tema HPS 2016 tingkat provinsi yang diangkat adalah Mewujudkan Kedaulatan Pangan Mengantisipasi Perubahan Iklim melalui Diversifikasi Pangan Menuju Masyarakat Sulteng yang maju, mandiri dan berdaya saing.
Kondisi pangan Sulteng sendiri secara agregat masuk dalam kategori daerah surplus pangan untul komoditi padi, jagung dan perikanan namun demikian masih ada masalah-masalah yang jadi hambatan seperti, akses pangan yang belum merata, baik menyangkut akses fisik dan ekonomi.
"Produksi pangan yang dihasilkan oleh Sulawesi Tengah sebagian besar dipasok ke wilayah diluar provinsi Sulawesi Tengah sehingga stok pangan pada saat musim paceklik nyaris berkurang drastis yang berdampak pada kelangkaan pasokan pangan dan menimbulkan naiknya harga pangan tersebut," urai gubernur.
Menyikapinya, gubernur mengeluarkan kebijakan pembatasan beras keluar wilayah Sulteng sebesar 10-15 % melalui Surat Edaran Gubernur No. 500/502/RO.ADMEKON.
Disamping itu, pemda juga memunculkan program diversifikasi konsumsi pangan sebagai terobosan  mempertahankan tingkat swasembada pangan. "Diversifikasi pangan terkait dengan upaya mengubah selera dan kebiasaan makan yang tadinya hanya tergantung dengan nasi kini dialihkan sebagian kepada pangan lokal seperti sagu, ubi kayu dll," jelas gubernur terkait penerapan program itu di Sulteng.
Lebih lanjut diversifikasi berkonektivitas pula guna meredam gejolak harga pangan ditengah ancaman perubahan iklim serta efektif menjadi cara mengembangkan kearifan lokal melalui pengoptimalan sumber daya yang ada dan strategi pengentasan kemiskinan, peningkatan lapangan kerja, konservasi lingkungan dan meningkatkan pendapatan usaha tani. "Oleh karena itu, sinkronisasi dan koordinasi kebijakan menjadi hal penting agar tidak saling kontradiktif, petani dan pengusaha perlu pengembangan pertanian berbasis kearifan lokal," imbuhnya.
"Keberhasilan pencapaian swasembada dan diversifikasi pangan merupakan salah satu penopang utama tercapainya visi dan misi pemerintah daerah Sulawesi Tengah, untuk itu Saya harap harus mengedepankan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat khususnya bagi kaum petani, peternak dan nelayan yang ada di seluruh wilayah Sulawesi Tengah" lanjut gubernur menekankan urgensi petani, peternak dan nelayan yang harus diberdayakan sebagai pejuang-pejuang pangan di Sulteng.
Bersamaan dengan momen HPS, pemda dan perum divre Bulog Sulteng akan membentuk Sahabat Rumah Pangan Kita, berupa outlet pemasaran bahan pangan dan produk industri pangan strategis untuk memotong mata rantai distribusi sehingga produsen dan konsumen semakin dekat.
Juga diserahkan penghargaan kepada Dinas Perikanan Kelautan sebagai juara stand pameran dan bantuan adikarya nusantara kepada pelopor ketahanan pangan, dan pembina ketahanan pangan serta 76 kelompok ibu-ibu rumah tangga di Kec. Baolan, Tolitoli untuk optimalisasi pekarangan rumah senilai total Rp. 760 juta rupiah.
Peringatan HPS akan berlangsung 4 hari dan dibuka simbolis dengan pemukulan gong oleh Gubernur Longki Djanggola (Berita & foto : Harold Humas prov)

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 12 Oktober 2016 04:17

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday7087
mod_vvisit_counterYesterday12129
mod_vvisit_counterThis week19216
mod_vvisit_counterLast week75793
mod_vvisit_counterThis month213309
mod_vvisit_counterLast month354024
mod_vvisit_counterAll days11343509

We have: 70 guests, 28 bots online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id