?> Perkuat Sinergi Pembangunan Sektor Pangan Lewat DKP
Minggu, 26 Maret 2017

Perkuat Sinergi Pembangunan Sektor Pangan Lewat DKP

  • PDF

Rakor_DKP_1.jpg

Bertempat di Hotel Mitra Kabupaten Tolitoli, Senin malam (10/10), Gubernur Drs. H. Longki Djanggola selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah membuka Rakor Dewan Ketahanan Pangan tingkat provinsi tahun 2016.

 Rapat penyatuan persepsi kebijakan pembangunan sektor pangan tersebut dihadiri para bupati selaku Ketua DKP Kabupaten, kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) se Sulteng dan kelompok kerja ahli DKP.
Kepala BKP Sulteng Ir. Abdullah Kawulusan M.Si mengemukakan, menurut ARAM (Angka Ramalan) II Tahun 2016 yang dikeluarkan BPS, jumlah ketersediaan beras Sulteng sebanyak 547.201 ton atau meningkat 2,56 % dibanding 2015 sementara jagung sebanyak 129.182 ton atau meningkat 86,17 % dibanding 2015 dan ketersediaan ikan sebanyak 1.546.321 ton atau naik sebesar 43 % dibanding 2015.
Untuk produksi pajala (padi, jagung dan kedele) masih dari sumber yang sama, capaian padi naik 1,16% dibanding 2015 yaitu 1.017.256, jagung sebanyak 318.830 atau naik 35,18% dan kedele naik 24,61 %, atau setara dengan 17.734.
Walau pangan Sulteng tergolong aman bukan berarti tak ada masalah yang mencuat. Adapun permasalahan yang diangkat pada rakor tersebut lanjut Kepala BKP seperti, rata-rata konsumsi energi dan protein penduduk Sulteng yang masih dibawah standar ideal, ketergantungan pangan impor, penduduk rawan pangan, panjangnya rantai pemasaran, fluktuasi harga pangan yang berpengaruh terjadinya inflasi dll.
"Olehnya itu, Saya mengharapkan dukungan dari seluruh bupati, walikota selaku ketua DKP kabupaten/kota untuk memperkuat sinergi program lintas sektor melalui forum Dewan Ketahanan Pangan," imbuh gubernur Longki Djanggola saat memberi sambutan, guna mencari jalan keluar masalah-masalah tadi.
Disambung gubernur ada 3 peran vital DKP yang harus diperkuat yaitu, meningkatkan produksi pangan, memelihara infrastruktur jaringan irigasi dan menjaga stabilitas harga di setiap wilayah dengan tetap memperhatikan kesejahteraan petani.
Hal ini sejalan dengan terbitnya, Kebijakan Strategis dan Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (KSRAN-PG) 2016-2019 dan RAD Pangan dan Gizi Prov. Sulteng.
"Saya mengimbau seluruh ketua DKP kabupaten, kota beserta jajarannya untuk segera menindaklanjutinya dengan menyusun rencana aksi yang lebih operasional di daerah kabupaten kota," ungkapnya.
Lebih lanjut, kesempatan rakor diminta gubernur jadi sarana berbagi best practices (pendekatan terbaik) dalam pelaksanaan program ketahanan pangan dan gizi.
"Mari Kita manfaatkan forum ini untuk memperkuat kerjasama antar daerah dan menetapkan langkah strategis pembangunan pangan dan gizi wilayah untuk mendukung terwujudnya kemandirian pangan," pungkasnya.
Setelah dibuka gubernur, peserta yang jumlahnya 50-an orang mendengar paparan 2 narasumber, pertama dari Kepala Bappeda Prof. Dr. Patta Tope berjudul implementasi RAD pangan dan gizi provinsi Sulawesi Tengah dan dari bupati Tolitoli berjudul komitmen pemerintah kabupaten mewujudkan ketahanan pangan.
Selain membuka rakor, agenda gubernur lainnya adalah menghadiri puncak peringatan Hari Pangan Sedunia ke-36 Tahun 2016 tingkat Provinsi pada Selasa (11/10). (Berita & foto : Harold Humasprov)

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 12 Oktober 2016 04:12

Add comment


Security code
Refresh