?> Peredaran LPG Subsidi Terus Dipantau
Kamis, 21 Februari 2019

Peredaran LPG Subsidi Terus Dipantau

  • PDF
LPG.jpg

Palu, pemerintah provinsi Sulawesi Tengah melalui Biro Administrasi Perekonomian pada Kamis (19/4) melakukan pemantauan sekaligus penertiban atas peredaran gas LPG bersubsidi 3 Kg di wilayah kota Palu. Terlibat pula didalamnya Ditreskrimsus Polda Sulteng, Dinas Energi Sumberdaya Mineral, Disperindag dan Pemkot Palu. 

 Sesuai dengan surat keputusan gubernur Sulawesi Tengah Nomor 11 Tahun 2014, gas LPG bersubsidi 3 Kg harga eceran tertinggi di pangkalan adalah Rp. 16.000. Akan tetapi pada saat tim gabungan melakukan observasi di lapangan, banyak oknum pangkalan menjual harga diatas ketentuan yang berlaku. Selain itu masyarakat juga mengalami kesulitan untuk mendapatkannya, jika ada maka masyarakat mendapat harga gas yang terlampau mahal. 

Hal itu dirasakan oleh Sarah, warga BTN Palu Permai yang kami temui langsung di pasar Inpres Manonda, ia yang sehari-hari berjualan gorengan di rumahnya mengeluhkan kelangkaan dan tingginya harga jual LPG 3 Kg. Dari pengakuannya ia biasa membeli dengan harga Rp. 30.000.
Intan seorang warga Pengawu pun resah dengan kelangkaan tersebut. Ia sudah tiga tempat mencari gas LPG tetapi belum juga mendapatkan yang dibutuhkan. Ia mengatakan kepada kami bahwa di tingkat pangkalan kerap membayar Rp 18.000 untuk 3 Kg gas LPG. 
Bahkan Sikin, warga Dolo Selatan biasa  mencari gas tersebut hingga Jalan Sungai Manonda, dikarenakan di wilayahnya keberadaan gas LPG 3Kg langka. Sekalipun ada, maka harganya melambung tinggi. Ia mengatakan biasa membeli dengan harga Rp 25.000. 
Dra. Farida Karim, M Si selaku kepala bagian investasi dan kerjasama ekonomi pada Biro Administrasi Perekonomian mengatakan, bahwa pemantauan di lapangan merupakan usaha pemerintah provinsi dalam melindungi hak konsumen, khususnya rakyat miskin dalam memenuhi kebutuhannya. 
Ia memberi peringatan kepada seluruh kios yang tidak memiliki izin edar LPG bersubsidi 3 Kg hingga 1 Mei 2018, setelah tenggat tersebut, kios dilarang untuk menjual  barang tersebut. 
Hal itu menurutnya, adalah sesuai amanat Undang-undang nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi. Ia menekankan jika ada seseorang tidak mengindahkan hal tersebut, maka akan ada ancaman pidana di dalamnya. “Kios yang tidak memiliki ijin untuk menjual gas subsidi maka melanggar UU NO 22 Tahun 2001, ada hukuman 3 tahun serta denda 30 miliar, sedangkan yang melakukan pengangkutan tanpa ijin akan diancam 4 tahun penjara dan denda 40 miliar”, katanya. 
Aipda Muhamad Rafiq, SH dari Ditreskrimsus Polda Sulteng yang mendampingi kami di lapangan pun menyampaikan kepada para oknum pedagang, untuk tidak lagi menjual barang subsidi tersebut tanpa ijin. Ia sebagai penegak hukum juga meminta komitmen untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut, yang dibubuhi tanda tangan dan cap jempol. 
Setidaknya ada 4 oknum pedagang yang dimintai pernyataannya tersebut. 2 orang di Jalan Sungai Manonda, 1 orang di Jalan Gawalise dan terkahir 1 orang oknum pedagang di Pasar Inpres Manonda. Rafiq menyampaikan kepada mereka, jika di kemudian hari masih didapati menjual tanpa izin barang bersubsidi atau menjual denga harga diatas harga eceran tertinggi maka ia tak segan untuk menindak secara hukum. 
Ia pun meminta agar himbauan tersebut juga disampaikan kepada para pedagang lain yang masih menjual tanpa izin dan dengan harga yang tidak sesuai dengan SK Gubernur nomor 11 tahun 2014. “Bapak-Ibu ini peringatan terakhir, untuk tidak menjual gas subsidi tanpa ijin dan diatas harga. Sampaikan juga kepada yang lain, dan hubungi kami jika masih ada yang membandel. Saya hanya menjalankan tugas. Karena ini kepentingan bersama, karena ini merugikan masyarakat”, pungkasnya. 

Pemerintah provinsi Sulawesi Tengah bersama stakeholder terkait akan terus memantau peredaran barang bersubsidi. Hanya pangkalan yang memiliki izin edar yang dapat menjual gas LPG bersubsidi 3 Kg. Dan kepada masyarakat yang telah mampu, dapat secara sadar beralih menggunakan gas LPG non subsidi.{jcomments on}

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 20 April 2018 05:38

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday460
mod_vvisit_counterYesterday5781
mod_vvisit_counterThis week21878
mod_vvisit_counterLast week27574
mod_vvisit_counterThis month88626
mod_vvisit_counterLast month143969
mod_vvisit_counterAll days14168938

We have: 69 guests, 1 bots online
Your IP: 54.173.237.152
 , 
Today: Feb 21, 2019
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id