?> Pengurus PMI Sulteng 2017-2022 Dilantik
Rabu, 17 Januari 2018

Pengurus PMI Sulteng 2017-2022 Dilantik

  • PDF

pmiSulteng2017.jpg

Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat melalui Sekertaris Jenderal PMI Pusat, dr. Ritola Tasmaya M.Ph melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Sulteng masa bakti 2017-2022, disaksikan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dan unsur Forkopimda Sulteng, bertempat di Aula The Sya Regency Palu Kamis, 28 Desember 2017.

Sesuai Keputusan Pengurus Pusat PMI No. 380/Kep/PP/PMI/XII/2017 tertanggal 4 Desember 2017 yang ditandatangani Pengurus Pusat PMI, Plh, Ketua Umum Ginandjar Kartasasmita susunan keanggotaan Dewan Kehormatan PMI Sulteng yakni ; Ketua, Drs. Irwan Lahace, MSi, Aggota ; Ir. Bartholomeus Tandigala, SH, Ces, Roni Hasan, Drs. H. Anshar B Lamanandi, M.Si dan dr. Welly Hongkriwang.

Selanjutnya, sesuai Keputusan Pengurus Pusat PMI No. 381/Kep/PP.PMI/XII/2017 tentang pengurus PMI Sulteng ; Pelindung Gubernur Sulawesi Tengah, Ketua Drs. H. Hidayat Lamakarate, M.Si, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Komunikasi Drs. H. Amdjad Lawasa, MM.

Wakil Ketua Bidang Penanganan Bencana dr. Naning Tandapa’a Djanggola, Wakil Ketua Bidang UTD Kesehatan dan Sosial dr. Jumriani Yunus Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan H. Hardi, Spd, Mpd, Wakil Ketua Bidang Dana dan Prasarana Astrid Sandagang, Sekertaris Sudirman, Bendahara Joko Pranowo, S.Sos, M.Si beserta tujuh orang anggota.

Dalam sambutannya, Sekjen PMI Pusat, Dr. Ritola Tasmaya, M.Ph memberikan apresiasi kepada pengurus PMI Provinsi masa bakti 2012-2017 yang telah melaksanakan tugas serta mengucapkan selamat atas pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Sulteng masa bakti 2017-2022.

Dirinya berharap pengurus PMI kiranya meningkatkan advokasi dan sosialisasi untuk kemajuan dan pengembangan PMI Sulteng dengan solid serta penuh semangat terlebih UU kepalang merahan telah disetujui.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola M.Si mengharapkan kepada pengurus yang baru agar lebih pro aktif, terutama berkaitan kesiapan stok darah “UTD kiranya mengagendakan kunjungan ke instansi yang potensial, misalnya Polda Sulteng, TNI hingga para ASN. Pendonor aktif yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 50, 75 hingga 100 kali juga perlu mendapat apresiasi,” jelas Gubernur

Untuk itu, ditengah era demokratis yang menuntut masyarakat untuk berpartisipasi, maka pengurus PMI Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti tahun 2017-2022 harus mampu bertindak cepat, tanggap, inspiratif, fleksibel, mampu beradaptasi, mampu berinovasi, terfokus pada masyarakat dan tak kalah penting menyadari kualitas diri. Hal ini menjaga, agar PMI Provinsi Sulawesi Tengah harus bisa tetap eksis dan tidak tenggelam ditelan waktu sampai berakhir masa jabatan.

Menurut Gubernur pergantian pengurus bagi sebuah organisasi, merupakan sebuah hal biasa, dan pada umumnya disertai kasak kusuk seputar kepengurusan berikutnya, itulah dinamika didalam organisasi saat ini, karena kita berada pada ruang dan waktu yang sangat berbeda, jauh dari masa ketika gerakan kepalang-merahan dilahirkan di indonesia. Kita sekarang berada di era demokrasi yang menuntut masyarakat untuk berpartisipasi dalam menentukan kehidupan organisasi PMI kedepan.

Lebih lanjut Gubernur mengakui PMI memiliki peran penting dalam mendukung upaya perwujudan perubahan dan keamanan bagi masyarakat, terutama dalam keadaan terjadi bencana. Untuk itu, apa yang harus dilakukan PMI sebagai salah satu wadah yang menjalankan misi kemanusiaan harus membuka diri untuk menerima perubahan tatanan sosial yang ada sekarang.

Untuk itu, PMI tidak boleh lagi berpikir konvensional yang menganggap dirinya hanya sekedar pelengkap saja dalam penanganan tugas-tugas kemanusiaan, apalagi dengan telah disahkannya UU tentang kepalang-merahan, PMI harus bekerja profesional, berkarakter, tanggap dan dicintai masyarakat.

“PMI, memiliki tujuh prinsip dasar gerakan internasional palang merah dan bulan sabit merah, yaitu: Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan dan Kesemestaan. Disinilah koordinasi yang harus terus menerus di lakukan, antara pengurus, kepala markas, staf markas dan sukarelawan, untuk menyatukan langkah, saling memberikan informasi, agar dapat mengambil keputusan yang cepat,” sebut Gubernur.

Senada Ketua PMI Sulawesi Tengah yang baru dilantik, Drs. H. Hidayat Lamakarate, M.Si. dirinya memberikan penghargaan kepada segenap pengurus yang telah memberikan kepercayaan kepadanya menjadi pengurus PMI Sulawesi Tengah. Kepercayaan tersebut adalah sebuah kehormatan, tapi juga merupakan tugas yang berat dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

Sebagai pengurus baru, dirinya berjanji akan melaksanakan tugas dan mandate PMI dengan baik serta memberikan konstribusi dalam pencapaian visi PMI yaitu terwujudnya PMI sebagai organisasi yang professional, tanggap dan dicintai masyarakat.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengajak kepada selurah pengurus PMI untuk bersungguh-sungguh memegang amanah yang diembankan kepada kita sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” sebut Hidayat Lamakarate

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 21 Desember 2017 08:34

Add comment


Security code
Refresh