?> Gubernur Ungkap Kekecewaan Saat Penyerahan DIPA 2018
Rabu, 17 Januari 2018

Gubernur Ungkap Kekecewaan Saat Penyerahan DIPA 2018

  • PDF

DIPA2018.jpg

Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si menyampaikan kekecewaannya atas penyerapan anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2017 oleh instansi vertikal yang ada di daerah karena dari total anggaran Rp7,3 Trilyun hanya terserap Rp 5,3 Trilyun, sehingga selisih dari anggaran terpaksa di kembalikan ke kas Negara.

Untuk itu, demi suksesnya pelaksanaan anggaran Tahun 2018, pelaksanaan berbagai kegiatan yang direncanakan Tahun 2018, agar segera dimulai dan dikoordinasikan, sehingga tidak tumpang tindih dan tidak menumpuk di akhir tahun, untuk itu perlu disiapkan langkah-langkah nyata agar anggaran dan kegiatan dapat dilaksanakan sejak awal tahun.

Penyerapan anggaran DIPA bertujuan membantu kesejahteraan masyarakat sehingga kalau tidak digunakan tentu saja akan merugikan, untuk itu penyerahan DIPA Tahun 2018 lebih awal, agar pelaksanaan pembangunan dapat lebih baik lagi dari Tahun 2017, jelas Gubernur Longki Djanggola dalam sambutannya pada acara penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2018 bertempat di Aula Hotel Mercure, Selasa 19 Desember 2017.

Menurut Gubernur, penyerahan DIPA merupakan awal dari rangkaian proses pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018 yang telah disepakati oleh DPR bersama pemerintah pada akhir Oktober 2017.

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan, pemerintah pusat telah memberikan penghargaan dana rakca dan alokasi Dana Insentif Daerah (DID) kepada pemerintah daerah yang memperoleh opini WTP dari BPK, menetapkan Perda APBD 2017 tepat waktu dan berkinerja baik dalam hal kesehatan fiscal dan pengelolaan keuangan daerah.

“Saya sampaikan gambaran mengenai APBN 2018 dan alokasinya di Sulawesi Tengah, berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dengan DPR, volume belanja Negara secara nasional dalam APBN Tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp2.220,7 Trilyun,” Jelas gubernur.

Lebih lanjut Gubernur menyampaiakan anggaran transfer ke daerah dan dana desa Tahun 2018 mencapai Rp766,2 Trilyun, hal tersebut menunjukkan komitmen desentralisasi dan keberpihakan pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

“Sesuai arahan Bapak Presiden RI dalam penyerahan DIPA di Istana, 6 Desember 2017 lalu, belanja Negara Tahun 2018 mencapai Rp2.220,7 Trilyun, oleh sebab itu harus di jaga bersama-sama, baik dari sisi penganggaran maupun implementasi pelaksanaannya, Presiden juga meminta seluruh pihak untuk selalu berkoordinasi dan memperkuat sinkronisasi, keterpaduan, serta sinergi antar kegiatan yang didanai APBD Kota, Kabupaten dan Provinsi, APBN hingga dana desa,” sebut gubernur

Senada, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Mattaro Nurdin Atta. Menurutnya UU APBN Tahun 2018 telah disetujuai DPR akhir Oktober 2017 dan telah diundangkan sehingga siap untuk dilaksanakan oleh pemerintah dalam APBN Tahun 2018.

Menurut Mattaro Nurdin, berdasarkan evaluasi pelaksanaan APBN Tahun 2017, pemerintah akan terus melakukan perbaikan dari sisi perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan anggaran dalam tahun 2018. Harmonisasi perencanaan dan penganggaran yang telah dilakukan akan memperkuat dan lebih mematangkan penyusunan program pembangunan yang lebih terintegrasi antar-kementerian/lembaga.

Hadir pada kesempatan itu, para Bupati Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Pemerintah Pusat Sulawesi Tengah serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah yang selanjutnya menerima secara simbolis penyerahan DIPA APBN Tahun 2018 yang diserahkan Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Mattaro Nurdin Atta.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 19 Desember 2017 23:20

Add comment


Security code
Refresh