?> Peringati Maulid Dengan Bakti Sosial
Rabu, 17 Januari 2018

Peringati Maulid Dengan Bakti Sosial

  • PDF

maulidBakeswi.jpg

Palu,  dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad dan Hari Ibu ke 89, Badan kerjasama wanita islam (BAKESWI) bersama dengan Badan amil zakat nasional (Baznas) menggelar bhakti sosial yang bertempat di sekretariat Bakeswi Jalan Kelinci pada Selasa petang (12/12). 

 Bhakti sosial sosial tersebut diantaranya adalah dengan melaksanakan sunatan massal gratis yang diikuti oleh 111 seratus sebelas anak, pemberian santunan kepada 25 orang lansia, dan santunan pendidikan kepada 50 anak. Kesemua ditujukan bagi keluarga dhuafa. 

         Gubernur Sulawesi Tengah dalam kesempatan tersebut diwakilkan oleh Asisten administrasi pemerintahan, hukum dan politik Ir. Faisal Mang, MM. Menyambut baik dengan pelaksanaan acara tersebut. 
         Ia mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan wujud rasa cinta terhadap beliau, disamping itu juga dengan rangkaian acara yang turut digelar adalah merupakan ajang dalam mengasah rasa sosial kita kepada saudara sesama yang kurang mampu. 
         Menurutnya Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang membawa kepada jalan keselamatan dunia dan akhirat. Oleh karena itu ia menyeru, agar kita sebagai umatnya dapat terus meneladani pribadi rasulullah. Terlebih dalam hal berbagi terhadap sesama. 
         Ia pun menekankan agar dalam peringatan Maulid Nabi, semua yang hadir dalam acara itu dapat mengevaluasi diri. Yaitu dengan mengukur seberapa banyak pribadi Nabi yang sudah kita contoh dalam keseharian kita. 
         “Acara ini sangat penting, merajut kebersamaan dalam menjalani kehidupan. Saya mengajak kita dapat meneladani segala aspek kehidupan nabi, yang sejak kecil  dihidupkan kembali, yaitu mau berbagi kepada yang kurang beruntung. Saya juga mengajak Kita sebagai umat muslim, senantiasa  mendoakan saudara kita di Palestina agar mendapat perlindungan Allah SWT” Tutur Faisal Mang. 
         Ketua Bakeswi Sulawesi Tengah Ny. Hj Zalzulmida A Djanggola, SH., CN. Menyampaikan kepada segenap anggota Bakeswi agar peringatan maulid dijadikan momentum istimewa dalam meneguhkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Dan sebagai wanita khususnya dapat selalu mengedepankan kebersamaan ukhuwah islamiyah dan terus berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta menyerukan peran aktif perempuan di bidang pembangunan. Dan ia merasa bangga karena perempuan  Bakeswi yang bekerjasama dengan Baznas dapat melaksanakan program yang memiliki imbas langsung terhadap masyarakat kurang mampu, dengan bhakti sosial.
         “Jadikan Peringatan Maulid sebagai cinta dan teladan kita terhadap Nabi Muhammad. Dan sebagai perempuan kiranya mampu berperan aktif di segala kehidupan masyarakat, bidang keagamaan, ekonomi, pendidikan. Dan dapat berperan dalam keluarga. Serta melalui organisasi perempuan, dapat menjadi wadah silaturahmi dan berpandangan rasional berbudi luhur, memiliki kemampuan dan pengetahuan. Tanpa mengabaikan kodrat sebagai perempuan. Dan Alhamdulillah antusias masyarakat dalam sunat massal sangat banyak dan melebihi target” Kata Zalzulmida. 
         Ketua Baznas provinsi Prof Dr. Hj Dahlia Syuaib, SH., MA. Menuturkan bahwa akan terus bekerjasama dengan Bakeswi. Ia melaporkan telah menyalurkan santunan melalui Bakeswi kepada 31 orang lansia, khitanan massal, dan santunan pendidikan. Bakeswi juga mendapat bantuan sebesar 25 juta rupiah dari Baznas guna rehabilitasi gedung serbaguna Bakeswi. Ia juga menyampaikan bahwa ini merupakan kewajiban bersama dalam mengentaskan kemiskinan. Saudara yang miskin diakibatkan, salah satunya karena pola pikir. Maka ia menceritakan telah banyak siswa didik binaan Baznas dikirim ke pulau Jawa untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, dengan harapan pendidikan dapat merubah pola pikir dan meningkatkan ekonomi keluarganya.  Terkahir ia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dalam menggalang dana zakat yang telah diterima secara baik dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Sulawesi Tengah. 
         KH. Habib Mukhsin Ali Al Habsy yang menyampaikan hikmah maulid, menerangkan bahwa nabi Muhammad sangat menghormati kedudukan seorang wanita. Menurutnya sangatlah tepat peringatan tersebut dirangkai dengan hari ibu. 
         Dalam penyampaiannya, Nabi Muhammad pernah ditanya oleh salah seorang sahabat, siapakah orang yang paling dihormati di dunia ini. Nabi pun menjawab ibumu, kemudian sahabat bertanya siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab ibumu. Dan sahabat pun bertanya kembali. Dan jawaban masih tetap sama. Ibumu. Dan setelah tiga kali, Nabi baru mengatakan orang yang patut dihormati adalah Ayahmu. 
         Islam sangat menghormati seorang ibu (wanita) karena ia memiliki peran yang sangat sentral dalam sendi kehidupan keluarga, bangsa dan negara. Melalui peran seorang ibu lah, sebuah generasi akan ditentukan baik buruknya. 

         “Mari kita didik anak kita, pendidikan sangat menentukan di tangan ibu-ibu. Pemikir Lebanon mengatakan bahwa ibu merupakan sekolah pertama bagi anak, apabila kalian menyiapkan hal ini dengan baik maka kalian menyiapkan generasi terbaik” kata Habib Muchsin.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 14 Desember 2017 00:31

Add comment


Security code
Refresh