?> Jaga Hutan Buat Generasi Selanjutnya
Rabu, 17 Januari 2018

Jaga Hutan Buat Generasi Selanjutnya

  • PDF

jagaHutan.jpg

Sigi, Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H Longki Djanggola, M Si. Bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL Dr. Ida Bagus Putera Partama, Bupati Sigi Mohamad Irwan, S Sos., M Si. Beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah secara bersama-sama menanam beberapa jenis bibit pohon di Taman Hutan Raya (Tahura) Kapopo Ngatabaru Kabupaten Sigi, atau lebih dikenal dengan Bukit Soeharto pada Rabu (13/12). 

Gerakan bersama tersebut digelar dalam rangka memperingati hari menanam pohon Indonesia (HMPI) dan bulan menanam nasional  (BMN) tahun 2017. Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan, seperti diketahui sebelumnya Sulawesi Tengah Tengah mendapat penghargaan pertama secara nasional dalam aksi menanam pohon yang diterima gubernur oleh presiden (9/12) lalu di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, dimana Sulawesi Tengah pada sepanjang 2017 berhasil menanam 10 ribu lebih pohon, dan pada gerakan 1 miliar pohon yang dicanangkan sebelumnya, Sulawesi Tengah berhasil samalah kini menanam 10 juta pohon. 
        Gubernur yang membacakan sambutan menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) menyatakan bahwa HMPI yang mengangkat tema “kerja bersama, makmurkan rakyat dan melestarikan alam”, memiliki arti penting. Yakni pengelolaan hutan dan lahan tidak lepas dari keterlibatan semua pihak. Baik pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah, maupun masyarakat. Dimana masyarakat merupakan pelaku utama dalam pengelolaannya. 
         Dalam amanat menteri  tersebut disampaikan bahwa Pengelolaan hutan dan lahan diharuskan memberikan manfaat yang nyata bagi pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dimana produktifitas hutan yang meningkat tetapi kelestarian hutan tetap terjaga. Penanaman pohon secara bersama merupakan sebuah kegiatan yang mulia. Bahkan presiden telah menyerukan kepada setiap orang untuk menanam sebanyak 25 pohon selama hidupnya. 
         Diserukan pula kepada kepala daerah agar sebagai inisiator dalam menggaungkan pesan presiden guna bersama masyarakat menanam pohon, bagi kepentingan generasi selanjutnya. Yang pohon tersebut dapat memberikan dampak terhadap lingkungan yang bersih, sejuk dan sehat. “Kami mengharapkan kepada kepala daerah untuk mengajak seluruh masyarakat sebagai resonansi seruan presiden, untuk kita bersama-sama menanam pohon untuk anak cucu kita” Kata Gubernur Longki. 
         Selain Perhutanan Sosial, Kementrian LHK saat ini tengah mengembangkan hutan serbaguna. Dimana dalam hutan tersebut diisi tidak hanya oleh tanaman hasil kayu, tetapi juga diisi dengan tanaman non kayu, seperti buah-buahan, selain itu didalamnya terdapat jasa hutan, semacam tempat rekreasi berbasis hutan. Yang tentu dalam pengembangannya melibatkan masyarakat, guna dapat memberi dampak ekonomi terhadap penduduk sekitar hutan serbaguna. 
         Gubernur dalam pidatonya juga mengingatkan agar semua pihak turut menjaga kelestarian hutan. Karena hutan memiliki peran yang sangat vital dalam kelangsungan hidup manusia di tengah alam sekitar. Ia menekankan apabila hutan tidak dijaga dan dirawat dengan baik, maka fungsinya sebagai penyedia oksigen dan penampung sekaligus penyedia air, maka ia memastikan hutan akan memberi jawaban kepada manusia dengan bahasanya sendiri. Yakni bencana alam. 
         Untuk itu Gubernur Longki yang pada kesempatan itu turut menanam pohon jenis Manohara, mewanti agar bersama menjaga dan merawat hutan. Demi kepentingan bersama pula. 
         Di waktu yang sama juga diserahkan bantuan oleh kementrian LHK kepada gubernur berupa mesin produksi Gula Aren, Mesin Pengolahan Rotan. Dan 3 mobil operasional, yang sedianya akan digunakan sebagai kendaraan operasional oleh masing-masing LPH yang ada di Sulawesi Tengah. LPH Kulawi, LPH Gunung Dako dan LPH Tetea Maroso. 

         Dirjen PHPL merasa bangga dan optimis dengan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Sulawesi Tengah bersama seluruh yang terkait, pasalnya pada gelaran tersebut juga dilepas secara simbolis pengiriman perdana 1 kontainer (20 feet) yang tak kurang 6,2 ton produksi rotan olahan KTH Kayu Manis Desa Jono Kalora Kabupaten Parigi Moutong. Hasil tersebut merupakan binaan KPH Dolanggo Tanggunung, sebagai realisasi forum bisnis dan MoU antara Gubernur Sulawesi Tengah dengan Dirjen PHPL Kementrian LHK yang ditandatangani pada (4/9) 2017 lalu.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 14 Desember 2017 00:28

Add comment


Security code
Refresh