?> Transmigrasi Membantu Pemerataan Pembangunan di Sulteng
Jumat, 19 Januari 2018

Transmigrasi Membantu Pemerataan Pembangunan di Sulteng

  • PDF
transmigrasi67.jpg

Hari Bhakti Transmigrasi ke-67 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah diupacarakan di unit pemukiman transmigrasi  Watutau Rodo Rodo, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Selasa (12/12) dengan irup Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si.

 Pada kesempatan itu, gubernur yang membaca arahan tertulis Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo mengungkapkan keberhasilan program transmigrasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur menuturkan dari 3608 satuan permukiman transmigrasi yang berada di 619 kawasan, diantaranya sudah menjadi 1183 desa tentative, 385 menjadi ibu kota kecamatan, 104 menjadi ibu kota kabupaten dan 2 menjadi ibu kota provinsi.
“(Kontribusi transmigrasi) Yaitu dengan mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi atau sekitar 19, 10 % dari pusat pertumbuhan wilayah di Indonesia,” beber gubernur meneruskan arahan Menteri Eko Putro Sandjojo.
Menteri juga mengingatkan seputar tantangan demografi tahun 2030, dimana penduduk dunia diprediksi membengkak jadi 9 milyar yang gilirannya akan memicu berbagai krisis, diantaranya pangan, air dan energi serta dihadapkan pula pada penurunan daya dukung ekologi yang drastis.
Menyikapinya, kementerian Desa, PDT dan transmigrasi lalu bergerak cepat dengan membuat sejumlah program prioritas.
“Kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi hal ini melalui 4 program prioritas yaitu Purkades, embung desa, BUMDES dan sarana olahraga desa”
Transmigrasi lanjut menteri juga mendukung terjadinya embrio desa yang mandiri, yang sejalan dengan cita-cita UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. 
“Sehingga pada akhirnya transmigrasi bagi negeri ini dapat menjadi instrumen mewujudkan cita ke-3 dari nawa cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa-desa,” ujarnya.
Selain itu, dengan transmigrasi tambah menteri memiliki keterkaitan dalam mendukung reforma agraria dan pembangunan wilayah perbatasan negara melalui pembangunan satuan permukiman baru.
Di bagian akhir arahan, Menteri Eko lewat Gubernur Longki Djanggola menginstruksikan 3 hal kepada penyelenggara transmigrasi di Sulteng. 
Pertama, meningkatkan kedisiplinan kerja. Dua, mengakhiri pekerjaan di tahun 2017 dengan tuntas baik teknis, administrasi dan finansial. Tiga, mengawali tahun baru dengan persiapan sumber daya yang matang guna meningkatkan tata kelola transmigrasi yang bersih, efektif dan berkinerja tinggi.
“Saya berharap momentum hari bhakti transmigrasi ke 67 ini yang mengangkat tema transmigrasi mewujudkan pemerataan pembangunan daerah serta memperkokoh NKRI menjadi titik awal baru bagi upaya untuk semakin memperkokoh kedudukan transmigrasi dalam pembangunan nasional,” ucap irup menuntaskan arahan menteri.
Hadir di upacara, Staf ahli Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi  Bidang Pengembangan Kawasan Qodrat, Wakil Bupati Poso T. Samsuri dan forkopimda.
Bertepatan dengan hari bhakti transmigrasi, Gubernur Longki Djanggola menyerahkan hadiah kepada juara 1 lomba transmigrasi teladan tingkat provinsi yang diraih Yustus Piti dari UPT Kancu Kabupaten Poso dan bantuan alat kesenian reok dari UPT Watutau Biau Kab. Poso.
Sementara Wabup Poso, Kadis Transmigrasi Provinsi dan Kabupaten Poso secara bergilir menyerahkan hadiah lomba lainnya dalam rangka memeriahkan hari transmigrasi ke-67 pada warga transmigran setempat.
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 12 Desember 2017 08:24

Add comment


Security code
Refresh