?> Peternak Tojo Unauna Terima Hibah Ternak APBD
Senin, 20 November 2017

Peternak Tojo Unauna Terima Hibah Ternak APBD

  • PDF

hibahTernakAPBD.jpg

Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si menyerahkan simbolis bantuan ternak, bersumber dari APBD provinsi kepada kelompok peternak di Desa Uemalingku, Kecamatan Ratolindo, Kota Ampana, Minggu (22/10).

 Selain menyerahkan simbolis hibah ternak, pada kesempatan itu, gubernur dan Bupati Tojo Unauna Moh. Lahay, SE menyaksikan proses inseminasi buatan pada sapi betina produktif, menyahuti program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

Berdasarkan laporan Kadis Perkebunan dan Peternakan provinsi Ir. Nahyun Biantong, MM, terdapat 5 ekor sapi bali jantan yang diserahkan saat itu ke 3 kelompok peternak. Sebelumnya sudah lebih dulu diserahkan 59 ekor sapi bali ke 6 kelompok peternak.
Selanjutnya, 10 ekor kambing betina untuk 1 kelompok, dan 300 ekor itik betina dan 30 ekor jantan buat 1 kelompok.
Hibah di atas lanjut Nahyun bersumber dari APBD provinsi, sedang dari Pemkab Touna lewat APBDnya lebih dulu membagikan 517 ekor sapi kepada 47 kelompok peternak yang tersebar di 12 kecamatan se Tojo Unauna serta ditambah lagi dengan kambing sebanyak 33 ekor.
"Sedang dari dana desa sebanyak 77 ekor sapi, diterima 17 kelompok yang tersebar di Desa Kololio, Tampabatu dan Tampalombo," ujar Kadis Nahyun menambahkan.
Terkait upsus siwab, Nahyun menuturkan populasi sapi di Touna sampai awal 2017 sebanyak 29.319 ekor, dengan jumlah betina produktif hanya 34 % dari idealnya 45 %. Penyebabnya beber Nahyun, karena ada sapi betina produktif yang tidak sengaja dijual peternak atau dipotong di rumah hewan.
"Untuk siwab target provinsi adalah 56.288 ribu dengan target akseptor ib (inseminasi buatan) sebanyak 4716," jelasnya.
Namun begitu hingga 15 oktober, realisasi ib pada sapi akseptor, baru menyentuh 738 sehingga Nahyun mengharap jajarannya kerja keras mengejar target 50 - 60 % di sisa waktu 2 bulan ini.
Selain meyakinkan peternak sapi bahwa anak hasil inseminasi lebih baik dari kawin alam, Nahyun juga berharap perda larangan pemotongan dan penjualan sapi betina produktif bisa tersosialisasi di kalangan peternak Touna agar target siwab sulteng bisa terwujud.
Atas penyampaian Nahyun, Gubernur Longki dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas perhatian semua pihak menyahuti upsus siwab yang tersinkronisasi dengan program Sulteng Sejuta Sapi.
"Kami harap peternak lebih fokus merawat ternak-ternak yang jadi peliharaannya agar usahanya bukan hanya sampingan saja," ungkap gubernur yang bersungguh-sungguh memperbaiki kesejahteraan peternak.
Lagi-lagi gubernur menegaskan bahwa bantuan yang diserahkan murni menyahuti keinginan warga yang mengusul bukan atas kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Bahkan di masa depan, gubernur memimpikan membuat lahan peternakan massal berupa ranch di Sulteng yang bisa dikelola bersama-sama rakyat.
"Bila ada lahan cukup luas kira-kira 1000 sampai 3000 hektar, bisa kita ternak massal, membuat ranch agar kelihatan hasilnya, dan ini betul-betul diawasi, dibina secara profesional oleh tenaga-tenaga terlatih," kata gubernur berharap.
"Semoga bantuan-bantuan ini bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat," pungkas gubernur menutup arahan.
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 25 Oktober 2017 00:36

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5900
mod_vvisit_counterYesterday7933
mod_vvisit_counterThis week13833
mod_vvisit_counterLast week79820
mod_vvisit_counterThis month220055
mod_vvisit_counterLast month354024
mod_vvisit_counterAll days11350255

We have: 258 guests, 11 bots online
Your IP: 54.144.57.183
 , 
Today: Nov 20, 2017
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id