Selamat Datang

di Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Visi Misi


“SULAWESI TENGAH SEJAJAR DENGAN PROVINSI MAJU DI KAWASAN TIMUR INDONESIA MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN KELAUTAN DENGAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERDAYA SAING TAHUN 2020”

  • Main Menu

Upacara Sambut Harganas, Pegawai BKKBN Sulteng Kenakan Pakaian Adat

ADMIN | 2019-07-19 15:04:39
SEKRETARIS Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Mohammad Hidayat Lamakarate memimpin upacara sambut peringatan Hari Keluarga Nasional dengan mengenakan pakaian adat di halaman kantor BKKBN Sulteng, Jalan Muhammad Yamin, Kota Palu, Jumat (28/6/2019)

Peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi sangat penting dan strategis, mengingat peran keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur dan sejahtera.  Tahun 2019 ini merupakan Hari Keluarga Nasional XXVI, yang memiliki semangat untuk meraih Indonesia emas tahun 2045.

Dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XXVI Tahun 2019 tanggal 3 Juli 2019, BKKBN Perwakilan Sulteng, menyelenggarakan Upacara Bendera yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan pegawai BKKBN dan instansi terkait dengan menggunakan pakaian Adat berbagai Daerah dihalaman kantor BKKBN Perwakilan Sulteng, Jumat (28/06).

Peringatan HARGANAS XXVI Tahun ini puncak peringatannya akan diselenggarakan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan tanggal 3 Juli 2019.

Sekprov Sulteng, Hidayat Lamakarate dalam Pidatonya saat menjadi Irup mengatakan, terkait Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), kita harus memiliki konsep-konsep Program KKBPK yang lebih mendasar yang bisa meyakinkan mitra kerja, stakholder lain dengan berdasar data-data rill dilapangan. selain itu bila 30 40 Tahun yang lalu program KB bisa berhasil menekan dan bisa mengendalikan lebih kurang 100 juta jiwa, lalu konsep apa yang ingin kita bawa di era bonus demografi yang saat ini karena akan menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Kata Hidayat. lebih lanjut kata Sekprov, dengan berlakunya UU No 23 Tahun 2014 walaupun kewenangan jelas sudah terbagi dengan Pemerintah Daerah, Baik BKKBN maupun Provinsi harus mengawal program KKBPK sampai Pemerintah Daerah siap menjalankan kewenangan tersebut disamping itu pengelolaan tenaga penyuluh lapangan Keluarga Berencana dan petugas Keluarga Berencana harus mendapat penanganan khusus dari kita semua.

menurutnya Kampung KB yang sudah dibentuk dan dicanangkan belum maksimal dan belum ada kegiatan yang nyata dari sektor terkait, kampung KB pada dasarnya merupakan upaya program pengelolaan kualitas SDM di kampung KB tersebut. selain itu iapun berharap kedepan, slogan kampung KB di buat slogan seperti Harganas saat ini, Misalnya Kampung KB kampung kita semua, karena menurut Hidayat, Kampung KB bukan hanya milik BKKBN. jadi pola pikir kita tidak hanya berhenti di output tetapi sudah lebih kedampak karena kampung KB rigarap secara berkelanjutan. Tegasnya.

Sekprov juga mengapresiasi pelaksanaan upacara yang digelar, menurutnya BKKBN ialah instansi pertama yang berhasil melaksanakan upacara dengan menggunakan pakaian adat, ditempat ini kita bangga bisa menunjukkan Nasionalisme kita, kebersamaan kita, artinya persamaan itu ternyata menjadi lebih baik daripada kita selalu berbeda walaupun hari ini kita menggunakan pakaian adat yang berbeda-beda, namun sesungguhnya hal ini menunjukkan bahwa dalam keseharian kita tidak pernah berbeda karna kita bekerja dalam satu kesatuan dan dalam satu semangat bahwa kita adalah warga negara Indonesia dimanapun kita berada kita tetap bersatu, karena perbedaan itu ialah sebuah rahmat dan perbedaan itu bukanlah sesuatu yang harus dibedakan. Kata Sekprov.


Biro Humas & Protokol Pemprov Sulteng