Hari Kartini Momen Wujudkan Kesetaraan Gender

Senin, 23 April 2018
Ditulis oleh YUSUF

kartini2018.jpg

Sejarah peringatan hari Kartini setiap tanggal 21 April ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden RI, No 108 tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, dimana Kartini ditetapkan sebagai pahlawan kemerdekaan nasional. Dan menetapkan hari lahirnya sebagai hari besar yang diperingati setiap tahun.

Memperingati hari Kartini, merupakan penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender dan emansipasi perempuan. Saat ini tidak sedikit kaum perempuan yang mampu mencitrakan diri sebagai sosok perempuan dicita-citakan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Adm. Umum dan Organisasi, Mulyono, SE, Ak, MM. Pada acara Peringatan Hari Kartini ke-139 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat di Hotel Mercure, Sabtu 21 April 2018.

Menurut gubernur, Kartini adalah perempuan cerdas, berprestasi, berdedikasi bagi keluarga dan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan beragam kegiatan, termasuk acara talk show hari ini, sebagai rangkaian memperingati hari kartini. Semoga peringatan ini memberikan dampak implikatif bagi pembangunan SulawesiTengah yang maju, mandiri dan berdaya saing,” sebut gubernur.

Senada, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Sulawesi Tengah, Dra. Hj. Derry Djanggola, M.Si. perubahan yang dihasilkan dari pemikiran kartini, sedemikian berani, kritis, sistematik, yang terlihat dari berbagai surat dan artikel yang menyebar di majalah perempuan eropa pada zaman kolonial Belanda.

Keadilan gender, memberikan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya kepada laki-laki dan perempuan dalam memperoleh akses, manfaat serta keikutsertaan dalam berbagai jenis program pendidikan, agar kesenjangan gender dapat dihilangkan, sehingga dapat menjadikan sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing.

“Saya yakin, melalui perayaan hari kartini tahun 2018 ini, perempuan Indonesia khususnya Sulawesi Tengah, sudah siap untuk meningkatkan kualitas hidup keluarganya. Terus berkiprah dan berkarya agar bisa menjadi tokoh nasional, dengan ide dan gagasan terkini untuk kepentingan daerah dan bangsa,” rinci mantan Sekdaprov itu. {jcomments on}

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 23 April 2018 01:47