Selamat Datang

di Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Visi Misi


“SULAWESI TENGAH SEJAJAR DENGAN PROVINSI MAJU DI KAWASAN TIMUR INDONESIA MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN KELAUTAN DENGAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERDAYA SAING TAHUN 2020”

  • Main Menu

Generasi Milenial Perlu Waspadai Kosmetik Ilegal

ADMIN | 2019-08-06 10:07:22
Generasi Milenial Perlu Waspadai Kosmetik Ilegal

Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Hidayat Lamakarate, M.Si didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM Republik Indonesia, Dra. Maya Gustina Andarini, Apt. M.Sc bersama pejabat terkait lainnya secara resmi membuka Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik Untuk Generasi Milenial di Palu yang ditandai dengan pemukulan gimba bertempat di Aula Hotel Santika Palu, Kamis 1 Agustus 2019.

Kepala BPOM RI yang di wakili Deputi 2 Badan POM RI Dr. Maya Agustina Andarini, A.Pt Msc. Dalam sambutannya mengatakan, BPOM adalah suatu lembaga pemerintah yang tugasnya menyatarahkan fungsi obat dan makanan di indonesia. Obat dan makanan disini termaksud kosmetik, suplemen kesehatan, obat tradisional dan makanan olahan.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam menekan fungsi pengawasan obat dan makanan, Badan POM memiliki visi obat dan makanan aman meningkatkan kesehatan masyarakat daya saing bangsa dengan 3 kata kunci penting yaitu yang pertama adalah meningkatkan sistem pengawasan obat dan makan berbasisi resiko, kedua mendorong kemandirian pelaku usaha dan yang ke tiga meningkatkan kapasitas kelembagaan badan POM untuk memeprkuat fungsi pengawasan.

Menurut Maya Agustina Andarini, Badan POM belum lama mendapatkan PERPRES  dan ada ditambahkan Deputi 4 yakni Deputi Bidang Penindakan yang sebelumnya hanya 3 Deputi yaitu Deputi 1 dibidang Pengawasan obat, Narkotika, Psikoterapi, Prekursor dan Zat Adiktif, Deputi 2 Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan, Kosmetik dan Deputi 3 Bidang Pengawasan Pangan Olahan. Dari ketambahan 1 Deputi tersebut maka memperkuat pengawasan Badan POM di Indonesia.

"Badan POM saat ini mempunyai 33 Balai Besar dan Balai POM di seluruh Indonesia. Balai POM juga memiliki 40 Kantor Badan POM di tingkat kab/kota se-Indonesia," sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi tengah yang di wakili Sekdaprov Dr. H. Hidayat Lamakarate, M.Si dalam sambutannya  memberikan apresiasi kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan yang telah menggelar kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut lanjut Sekdaprov Hidayat, adalah tanggung jawab bersama, khususnya Badan POM dalam menyikapi perkembangan produk yang sedemikian hari semakin diminati oleh semua kalangan usia, baik perempuan maupun pria. Sehingga perlu meningkatkan pengawasan sumber daya konsumen agar dapat memilih serta menggunakan produk kosmetik yang baik.

Para pelaku usaha lanjut sekdaprov dalam sambutan gubernur telah memanfaatkan sejumlah peluang dengan memproduksi berbagai jenis dan varian kosmetika yang didukung oleh era digital sehingga para pelaku usaha dengan mudah mempromosikan dan memasarkan produknya secara gencar melalui berbagai media sosial dan internet maka generasi yang lahir di era kekinian saat ini yang begitu akrab dengan perangkat digital maupun internet lebih memilih produk yang dipromosikan melalui media sosial karena lebih mudah membeli produk kosmetika secara online.

Cara pembelian online menurutnya belum bisa dijamin kualitasnya karena belum tentu produk yang ditawarkan itu sudah memenuhi persyaratan keamanan dan manfaat untuk digunakan oleh konsumen dan juga bagaimana dengan kualitas mutu produk itu sendiri.

"Semoga kegiatan ini menjadi ajang kita bersama untuk perlindungan kepada masyarakat dari kosmetik ilegal atau kosmetik yang mengandung bahan berbahaya untuk itu diharapkan terbentuknya konsumen konsumen yang cerdas dalam memilih kosmetik yang aman bermanfaat dan bermutu kepada jajaran Balai POM Palu kiranya lebih giat lagi dalam tugas pokok utamanya dalam pengawasan di semua jenis makanan dan minuman baik di Kota Palu maupun di Kabupaten bahkan di desa-desa karena tidak menutup kemungkinan daerah kita bisa dimasuki jenis makanan ringan yang digemari anak-anak maupun remaja yang mengandung zat berbahaya maka kita pun harus lebih cerdas dalam menyikapi perkembangan produk obat makanan dan minuman di era digital dan internet saat ini," pungkas Sekdaprov dalam sambutan gubernur.

Hadir pada kesempatan itu, Direktur Pengawasan Kosmetik Drs. Arustiyono, Apt, MDH, Kepala Balai POM Palu Ferdiansyah, S Si, Apt. Public Figur Generasi Milenial, Adelia Sigit Purnomo, pejabat terkait lainnya serta siswi-siswi se- Kota Palu

Biro Humas dan Protokol


 Berita

      Arsip Berita

 Links List